JAKARTA, Opsi.id – Pihak Yayasan Sekolah Harapan Ibu Pondok Pinang meminta kepolisian segera melakukan sterilisasi menyeluruh di lingkungan sekolah menyusul penemuan ratusan senjata di salah satu ruangan sekolah.
Permintaan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yayasan pada Minggu (9/8/2026).
Pihak yayasan menyatakan langkah sterilisasi diperlukan untuk memastikan keamanan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan.
Kuasa hukum pendiri yayasan, Alvon Kurnia Palma, menegaskan sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak-anak dan tidak digunakan sebagai tempat penyimpanan senjata.
“Bukan malah memasukkan senjata kepada sekolah, ke dalam sekolah,” kata Alvon dalam konferensi pers tersebut.
Menurut Alvon, pihak yayasan mendorong aparat kepolisian melakukan pemeriksaan dan sterilisasi terhadap ruangan-ruangan yang belum diketahui isinya.
Langkah itu dinilai penting untuk memberikan kepastian keamanan bagi para siswa.
580 Siswa dan 140 Guru Terdampak
Perwakilan yayasan, Anisa Ismail, mengatakan terdapat sekitar 720 orang yang kepentingannya harus diperhatikan dalam persoalan tersebut.
Jumlah itu terdiri dari sekitar 580 murid dan 140 guru serta tenaga kependidikan.
Ia mengatakan lebih dari separuh siswa merupakan anak usia sekolah dasar sehingga aspek keselamatan menjadi perhatian utama.
Karena itu, sekolah memutuskan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama satu pekan, mulai Senin hingga Jumat, 10-14 Agustus 2026.
Kebijakan tersebut diambil sembari menunggu proses sterilisasi sekolah.
Pihak yayasan juga telah berkomunikasi dengan kepolisian untuk meminta sterilisasi terhadap ruangan yang masih tertutup dan belum diperiksa.


