Yayasan Klaim Tidak Mengetahui Keberadaan Senjata
Dalam konferensi pers, pihak yayasan menyatakan tidak mengetahui keberadaan senjata di lingkungan sekolah.
Mereka menilai keberadaan senjata bertentangan dengan tujuan awal pendirian Yayasan Sekolah Harapan Ibu.
Salah satu pendiri yayasan, Yan Sofyan Syafi’i, mengatakan sekolah tersebut didirikan pada 1979 dengan tujuan mencerdaskan anak bangsa serta membentuk generasi yang beragama, berpendidikan dan diharapkan menjadi pemimpin di kemudian hari.
Yan mengaku sedih setelah mengetahui adanya persoalan senjata di sekolah yang didirikan bersama sejumlah tokoh lainnya.
Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan sehingga sekolah kembali pada tujuan awal pendiriannya.
Ada Ruangan yang Masih Disegel
Pihak yayasan menyebut masih terdapat dua ruangan yang dipasangi garis polisi, sementara satu ruangan lainnya merupakan ruang keuangan yang berisi dokumen dan buku.
Mereka mengatakan sebagian ruangan sebelumnya tidak dapat diakses karena kuncinya masih dipegang pihak yang disebut berinisial IWD.
Pihak yayasan mengklaim telah beberapa kali meminta akses terhadap ruangan tersebut.
Terkait persoalan tersebut, pihak yayasan juga menyampaikan adanya dugaan penyalahgunaan yayasan untuk kepentingan pribadi dan keluarga oleh IWD.
Namun, tudingan tersebut merupakan klaim pihak yayasan dan masih memerlukan pembuktian serta proses hukum.
Akan Bertemu KPAI dan DPR
Selain meminta kepolisian melakukan sterilisasi, pihak yayasan berencana bertemu Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Senin (10/8/2026).
Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk meminta perlindungan dan arahan agar setiap langkah yang diambil yayasan tetap mengedepankan kepentingan terbaik bagi para siswa.
Yayasan juga menyatakan sedang membangun komunikasi dengan Komisi III dan Komisi X DPR RI serta berencana mengajukan audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta.
Pihak yayasan menegaskan bahwa PJJ selama satu pekan bukan berarti proses penanganan persoalan dihentikan.
Sebaliknya, masa tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan aparat untuk melakukan sterilisasi sehingga siswa nantinya dapat kembali belajar dengan aman. []
Baca juga: Geger! 995 Senjata Api Ditemukan di Sekolah Swasta Jaksel, Polisi Selidiki Asal-usulnya


