Jakarta – Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) August Hamonangan mengaku prihatin dengan kondisi pedagang konvensional dan tradisional yang masih sulit bersaing dengan platform e-commerce atau pedagang online.
Ia meminta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) DKI Jakarta dan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya menghilangkan ego sektoral dan bekerja sama, demi meningkatkan kemampuan pedagang-pedagang bersaing dengan yang sudah ada di platform-platform e-commerce.
Ia menilai, sampai saat ini pedagang-pedagang konvensional dan tradisional masih kesulitan bersaing dengan platform-platform e-commerce.
”Terutama untuk tekstil dan pakaian, tempat-tempat belanjanya makin sepi seiring orang-orang lebih sering mencari barang-barangnya di aplikasi online,” ujar August Hamonangan dalam keterangannya dikutip Sabtu, 19 September 2026.
Seharusnya, menurut dia, DPPKUKM dan Pasar Jaya ini bekerja sama.
”Stop ego sektoral, keduanya perlu bergandengan untuk mengupgrade pedagang-pedagang kita, terutama yang UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) agar bisa naik kelas,” ucapnya.
Ia mengkritik kondisi saat ini di mana DPPKUKM dan Perumda Pasar Jaya dinilai sering membeda-bedakan ranah tanggung jawabnya masing-masing.
“Jangan ada lagi perasaan bahwa tanggung jawab DPPKUKM hanya sebatas ini, dan Pasar Jaya hanya sebatas itu. Kedua-duanya bergerak dalam sektor yang serupa bahkan sama dan tujuan dari kegiatannya harusnya adalah peningkatan kualitas usaha-usaha di Jakarta, terutama UMKM agar bisa terus berkembang dan berkompetisi,” ujarnya.
August menyorot anggaran DPPKUKM sebesar Rp2,7 miliar untuk Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah.
Adapun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga memiliki program pelatihan e-commerce bagi pelaku-pelaku UMKM. Di mana, di antara latihan-latihannya adalah produksi konten video, workshop E-Smart, dan pelatihan penjualan melalui media sosial (medsos).
August mengingatkan, di DPPKUKM ini melalui JakPreneur ada program-program pelatihan untuk berjualan di platform-platform e-commerce. Sementara itu, Pasar Jaya menaungi ribuan pedagang dan tidak sedikit di antara mereka kesulitan bersaing dengan platform e-commerce.
“Mestinya, DPPKUKM dan Pasar Jaya ini bisa dong menggagas dan menjalankan suatu program bersama, sebuah kerja sama untuk bagaimana DPPKUKM di satu sisi melatih juga pedagang-pedagang di pasar-pasar milik Pasar Jaya yang kesulitan menghadapi e-commerce. Hilangkan sekat-sekat yang tak perlu, ini waktunya semua pihak berkolaborasi,” tutur August Hamonangan. []


