Jakarta – Penyanyi dan penulis lagu Jinan Lakeisha kembali menghadirkan karya penuh makna lewat single terbarunya berjudul “Merana di Atas Cahaya”. Lagu yang akan dirilis melalui label rekaman demajors pada 28 Agustus 2026 ini menjadi pembuka menuju EP perdananya, sekaligus memperlihatkan sisi musikal Jinan yang semakin matang.
Single ini lahir dari inspirasi kisah cinta tragis Gusti Pembayun dan Ki Ageng Mangir dalam sejarah kerajaan Mataram. Jinan memilih sudut pandang Pembayun, seorang perempuan yang harus bergulat dengan cinta, kesetiaan, dan takdir.
Dengan piano intim dan cello sinematik, lagu ini menghadirkan nuansa emosional yang kuat, mengajak pendengar menyelami kembali kisah cinta yang indah sekaligus penuh luka.
Lahir di Makassar dari ayah berdarah Bugis dan ibu berdarah Jawa, Jinan telah akrab dengan musik sejak kecil. Pendidikan piano klasik yang ia jalani membuatnya terbiasa menulis komposisi dan lirik sejak usia enam tahun.
Karakter musikal itu kini ia tuangkan dalam karya yang memadukan musik klasik dengan penulisan lagu yang puitis.
Seluruh komposisi dan lirik “Merana di Atas Cahaya” ditulis langsung oleh Jinan. Proses produksi dipercayakan kepada Danny Ardiono yang juga menangani mixing dan mastering, sementara permainan cello dari Dimawan Krisnowo Adjie asal Yogyakarta memperkuat atmosfer emosional lagu.
“Saya menulis lagu ini karena saya benar-benar tertarik dengan kisah Ki Ageng Mangir dan Gusti Pembayun. Yang paling membuat saya tersentuh adalah sudut pandang Pembayun,” kata Jinan.
“Apakah bisa dibayangkan, bagaimana rasanya jatuh cinta dengan seseorang, tapi setiap hari harus terus menyimpan kebohongan yang akhirnya bakal menghancurkan orang yang kita sayang? Saya harap lewat lagu ini, lebih banyak orang bisa mengenal kisah cinta dari sejarah Indonesia yang tak kalah indah namun tragis, juga menyentuh dibanding cerita-cerita yang selama ini lebih sering kita dengar,” tuturnya.
Melalui karya ini, Jinan tidak hanya menulis lagu, tetapi juga menghadirkan refleksi tentang cinta dan kehilangan. “Merana di Atas Cahaya” menjadi simbol kebebasan berkarya sekaligus upaya mengenalkan kembali kisah cinta dari sejarah Nusantara kepada generasi masa kini.
Single ini akan tersedia di seluruh platform streaming digital mulai 28 Agustus 2026, termasuk Spotify, YouTube Music, TikTok Music, Apple Music, dan Langit Musik.
Kehadiran karya ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi pendengar untuk mengenal lebih jauh perjalanan musikal Jinan Lakeisha, sekaligus menantikan EP perdananya yang akan segera dirilis. []

