JAKARTA, Opsi.id – Masyarakat yang terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau diimbau tidak panik dan segera melakukan langkah perlindungan diri.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi SadikinBudi lewat akun IG @bgssadikin dan @kemenkes_ri, membagikan tiga langkah utama yang dapat dilakukan masyarakat untuk melindungi kesehatan selama terdampak sebaran abu vulkanik.
- Lindungi Pernapasan
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk tetap berada di dalam rumah dan memastikan pintu serta jendela tertutup.
Jika harus keluar rumah, masyarakat disarankan menggunakan masker.
Masker KN95 disebut sebagai pilihan yang paling baik.
Namun, jika tidak tersedia, masyarakat tetap dianjurkan menggunakan masker apa pun dengan memastikan hidung dan mulut tertutup rapat.
- Lindungi Mata
Abu vulkanik yang terlihat halus dapat bersifat kasar dan menyebabkan mata perih hingga berisiko menimbulkan iritasi.
Karena itu, masyarakat dianjurkan menggunakan kacamata saat berada di luar atau ketika membersihkan abu.
Bagi masyarakat yang menggunakan lensa kontak, disarankan untuk melepasnya terlebih dahulu selama kondisi abu vulkanik masih menyebar.
- Jangan Menyapu Abu dalam Kondisi Kering
Masyarakat juga perlu berhati-hati ketika membersihkan abu vulkanik yang menumpuk di teras maupun halaman rumah.
Abu vulkanik jangan langsung disapu dalam kondisi kering karena dapat beterbangan dan kembali terhirup.
Sebelum dibersihkan, abu sebaiknya disiram atau disemprot air terlebih dahulu hingga lembap, kemudian baru dibersihkan.
Masyarakat diminta tetap tenang dan mengutamakan kesehatan serta keselamatan keluarga selama erupsi Gunung Anak Krakatau berlangsung. []
Baca juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi, 4 Bandara Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik
Baca juga: Gunung Sinabung Erupsi, Status Naik Jadi Level III Siaga, Abu Mengarah ke Berastagi


