Abu Anak Krakatau Terdeteksi di Jakarta, BPBD DKI Bagikan 7 Langkah Sederhana untuk Lindungi Diri

‎Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik menyikapi sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

‎Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Marulitua Sijabat meminta warga meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah.

‎Ia mengatakan, berdasarkan informasi resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, status Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 7 September 2026, masih berada pada Level III (Siaga).

‎Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berlangsung sejak Jumat malam, 4 September 2026. Hingga Minggu, 6 September 2026, dan belum terdapat peningkatan status gunung api tersebut.

‎Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebaran abu vulkanik hingga sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Di Jakarta, intensitas abu diperkirakan tipis dan kondisinya dapat berubah mengikuti arah serta kecepatan angin.

‎”Yang paling penting, masyarakat tidak perlu panik. Tetap tenang, tetapi tingkatkan kewaspadaan dan ikuti informasi resmi dari pemerintah,” kata Marulitua di Jakarta, dikutip Senin, 7 September 2026.

‎Ia menjelaskan, abu vulkanik Anak Krakatau berbeda dari debu biasa. Partikelnya sangat halus sehingga dapat mengiritasi saluran pernapasan, mata, dan kulit, terutama pada kelompok rentan.

‎Karena itu, Pemprov DKI mengimbau warga melakukan sejumlah langkah sederhana untuk melindungi diri di antaranya:

‎Pertama, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Masker kain biasa kurang optimal untuk menyaring partikel abu vulkanik.

‎Kedua, menutup pintu, jendela, dan ventilasi rumah. Warga juga disarankan mematikan kipas atau pendingin ruangan yang menarik udara dari luar apabila kondisi udara di sekitar rumah terdampak abu.

‎Ketiga, mengurangi aktivitas di luar rumah, khususnya bagi bayi, anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga dengan asma, penyakit paru, atau penyakit jantung.

‎Keempat, apabila terdapat abu di sekitar rumah, warga diminta membasahinya terlebih dahulu sebelum membersihkan. Abu sebaiknya tidak disapu dalam kondisi kering karena dapat membuat partikelnya kembali beterbangan dan terhirup.

‎Kelima, menutup tempat penyimpanan air dan makanan. Air atau makanan yang terpapar abu vulkanik sebaiknya tidak dikonsumsi.

‎Keenam, warga yang mengalami sesak napas berat, nyeri dada, batuk terus-menerus, atau iritasi mata yang semakin parah diminta segera mendapatkan pertolongan di fasilitas kesehatan.

‎Ketujuh, hubungi layanan Jakarta Siaga melalui nomor 112 untuk melaporkan keadaan darurat di wilayah DKI Jakarta.

‎”Pemprov DKI juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi udara agar merujuk pada sumber resmi, antara lain PVMBG, BMKG, BNPB, BPBD, dan Pemprov DKI Jakarta,” kata dia.

‎Ia menambahkan, Pemprov DKI Jakarta hingga kini terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan kondisi tersebut. Informasi terbaru akan disampaikan kepada masyarakat apabila terdapat perkembangan yang perlu diketahui.

‎”Jakarta tetap beraktivitas seperti biasa dengan kewaspadaan yang proporsional. Ikuti informasi resmi, lindungi diri dan keluarga, tetap tenang, tetap waspada,” tutur Marulitua Sijabat. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

‎BP Tapera Perkuat Kolaborasi Lintas Kementerian/Lembaga, Percepatan Pembangunan Perumahan Nasional

‎Jakarta – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera)...

Petambak Garam Cirebon Dibidik Naik Kelas, OJK Buka Akses Modal dan Kemitraan Usaha

Cirebon – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mendorong petambak...

Salma Salsabil Sentil Lingkungan Kerja Toxic di Single maha benar

Jakarta - Penyanyi berbakat Salma Salsabil kembali menyapa para...

Membummi Rilis Single First Step Bersama KLAV, Jelang Album Lifelong Learner

Jakarta - Setelah melalui masa jeda untuk memfokuskan diri...

Jokowi Respons Isu Pemakzulan Gibran: Ikuti Mekanisme Demokrasi

JAKARTA, Opsi.id – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi)...

Berita Terbaru

Popular Categories