Jakarta – Penyanyi sekaligus penulis lagu berbakat Indonesia, Raim Laode, kembali menorehkan pencapaian signifikan dalam perjalanan karier musiknya di platform pemutar musik daring, Spotify.
Album terbarunya yang bertajuk “iqro'” resmi mencatatkan rekor sebagai album yang paling banyak didengarkan dalam kurun waktu satu hari di Spotify Indonesia pada 25 Agustus 2026. Capaian impresif tersebut kemudian berhasil dilampaui kembali oleh rekornya sendiri pada 13 September 2026.
Album yang memuat total 11 lagu ini pertama kali diluncurkan pada 24 April 2026. Hingga saat ini, sebanyak tujuh lagu dari album tersebut secara bersamaan menduduki jajaran Spotify Weekly Top Songs Indonesia, menempatkan Raim sebagai musisi dengan jumlah lagu terbanyak dalam daftar tangga lagu tersebut.
Salah satu singlenya, “Dunia Yang Nanti,” bahkan sukses menempati posisi puncak di peringkat #3.
Berbicara dalam keterangan tertulisnya, Raim Laode menyampaikan bahwa album ini merepresentasikan karya yang paling mendalam sepanjang perjalanan profesionalnya.
“‘iqro” adalah karya yang paling personal dan berarti dalam perjalanan saya sejauh ini. Album ini lahir dari keresahan, perjalanan, dan berbagai pelajaran hidup yang saya alami—tentang proses pendewasaan yang tidak selalu ditentukan oleh usia, tetapi oleh bagaimana kita merespons tantangan dan kebahagiaan dalam hidup,” ujar Raim Laode.
Dampak positif dari perilisan album tersebut turut mendorong peningkatan jumlah pendengar bulanan Raim di Spotify hingga 42%.
Konsistensi album ini juga terlihat dari keberadaannya yang telah bertahan selama 21 minggu di tangga lagu Spotify Weekly Top Albums Global, dengan pencapaian tertinggi pada posisi #18.
Selain di dalam negeri, karya-karya Raim juga berhasil menembus jajaran Spotify Weekly Top Songs di sejumlah negara tetangga, termasuk Malaysia.
Menanggapi keberhasilan global ini, musisi asal Wakatobi tersebut mengungkapkan rasa syukur atas apresiasi luas yang diterima karyanya.
“Pencapaian ini sangat berarti buat saya. Sebagai musisi yang lahir dari Wakatobi, melihat karya kami bisa menjangkau pendengar di berbagai belahan dunia menjadi pengingat bahwa musik dapat melampaui batas bahasa dan tempat kita berasal. Bagi saya, hal yang paling berarti adalah ketika sebuah lagu tidak lagi hanya menjadi milik musisinya, tetapi ikut hidup bersama orang-orang yang mendengarkannya,” tutur Raim Laode. []

