Makassar, OPSI.ID – Direktur Komersial I.League sekaligus pemilik PSM Makassar, Sadikin Aksa, menyoroti perkembangan industri sepak bola Indonesia yang dinilainya masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam hal tata kelola dan kondisi finansial klub.
Sadikin membandingkan pengelolaan sepak bola Indonesia dengan sejumlah negara Eropa, seperti Belanda dan Spanyol.
Menurutnya, standar tata kelola sepak bola nasional memang masih memiliki perbedaan cukup jauh dibandingkan negara-negara tersebut.
Meski demikian, ia menilai Indonesia berada di jalur yang tepat untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pengelolaan sepak bola.
“Kalau kita membandingkan dengan Belanda dan Spanyol, bedalah. Tapi menuju ke sana itu ada. Tidak ada kata terlambat, kita mulai saja,” ujar Sadikin, dikutip Selasa (1/9/2026).
Ia menjelaskan, klub-klub sepak bola Indonesia sebelumnya telah menghadapi berbagai persoalan yang memberikan dampak besar terhadap kondisi finansial dan manajemen klub.
Beberapa di antaranya adalah sanksi pembekuan dari FIFA serta terhentinya kompetisi selama sekitar 1,5 tahun akibat pandemi COVID-19.
“Klub-klub ini mendapatkan masalah besar, dan para pemegang saham (owner) masih menanggung dampak dari masalah-masalah lalu itu. Ini harus kita bereskan semua,” jelasnya.
Untuk memperbaiki kondisi tersebut, Sadikin menilai penerapan club licensing atau lisensi klub perlu diperketat.
Menurutnya, sistem lisensi klub penting untuk mendorong klub menjadi lebih profesional sekaligus mampu mengelola keuangan secara mandiri dan berkelanjutan.


