Tensi Politik Tapteng Memanas, Lima Parpol Buka Wacana Pemakzulan Masinton Pasaribu

Tapanuli Tengah — Konstelasi politik di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara, memanas setelah lima partai politik yang memiliki kursi di DPRD Tapteng menyampaikan wacana pemakzulan terhadap Bupati Masinton Pasaribu.

Kelima partai tersebut yakni Partai NasDem, Golkar, Gerindra, PAN, dan PKB. Mereka menilai pelaksanaan pemerintahan daerah belum berjalan optimal, terutama dalam pengelolaan anggaran serta pelayanan kepada masyarakat.

Juru bicara pertemuan lima partai, Hazmi Arif Simatupang, mengatakan pihaknya menemukan sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius.

“Hal ini dikarenakan banyaknya dugaan penyelewengan anggaran yang ada. Kami juga mewacanakan serta mempertimbangkan untuk mengambil sikap politik melalui DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah sampai pada tingkat pemakzulan terhadap Bupati Masinton Pasaribu,” kata Hazmi, seperti dikutip, Kamis, 10 September 2026.

Pernyataan itu disampaikan setelah pimpinan lima partai politik menggelar pertemuan pada Jumat, 4 September 2026.

Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas kondisi pemerintahan dan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tapanuli Tengah.

Soroti Serapan APBD 2026

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah rendahnya realisasi serapan APBD Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun Anggaran 2026.

Hazmi menyebut, berdasarkan informasi yang mereka peroleh, penyerapan anggaran hingga Agustus 2026 baru mencapai sekitar 30 persen.

“Berdasarkan informasi yang kami peroleh, penyerapan APBD Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun Anggaran 2026 hingga Agustus baru mencapai sekitar 30 persen. Ini menjadi catatan serius dan sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Menurut Hazmi, rendahnya serapan anggaran tersebut berpotensi menghambat berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.

Ia juga menyebut Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Tapteng telah mendapat perhatian dari Kementerian Dalam Negeri terkait kondisi tersebut.

“Tentu hal ini sebuah insiden yang sangat memalukan dalam sejarah pemerintahan Kabupaten Tapanuli Tengah. Dan informasinya TAPD dan OPD Kabupaten Tapanuli Tengah telah dipanggil dan diingatkan oleh Kemendagri,” katanya.

Penanganan Banjir Ikut Dikritik

Selain masalah anggaran, lima partai politik tersebut juga menyoroti respons Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dalam menangani bencana banjir.

Mereka menilai penanganan terhadap warga terdampak banjir belum berjalan maksimal. Keluhan masyarakat terkait distribusi bantuan juga menjadi perhatian.

“Masih banyak masyarakat yang mengeluhkan penyaluran bantuan banjir. Bahkan sejumlah protes muncul karena bantuan dinilai belum tersalurkan secara baik,” kata Hazmi.

Kelima partai kemudian mendesak pemerintah daerah segera menjalankan rekomendasi DPRD terkait bantuan bagi korban banjir serta penyaluran beasiswa yang telah dialokasikan melalui APBD.

“Kami mendesak Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Tengah untuk menyahuti dan merealisasikan rekomendasi DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah perihal memberikan bantuan untuk korban bencana banjir dan penyaluran beasiswa yang dialokasikan dari APBD Kabupaten Tapanuli Tengah,” ujarnya.

Pertimbangkan Langkah Hukum

Tak hanya langkah politik melalui DPRD, lima partai tersebut juga menyatakan mempertimbangkan langkah hukum dengan melaporkan Bupati Masinton Pasaribu bersama sejumlah OPD kepada aparat penegak hukum.

Menurut Hazmi, langkah itu dilakukan karena adanya dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran daerah yang perlu ditelusuri lebih lanjut.

“Kami akan mengambil langkah hukum dengan melaporkan Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu beserta OPD ke aparat penegak hukum,” ucapnya.

Meski demikian, Hazmi menegaskan kelima pimpinan partai politik tetap membuka ruang dialog dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah.

Mereka menyatakan siap membahas pengelolaan APBD Tahun Anggaran 2025 dan 2026 bersama pemerintah daerah dengan melibatkan sejumlah lembaga terkait.

“Kami sangat siap untuk duduk bersama dan berdiskusi dengan TAPD dalam membedah APBD, baik yang sudah berlalu (Tahun 2025) maupun yang sedang berjalan (Tahun 2026) dengan menghadirkan Kemendagri, Kemenkeu RI, BPK RI, BPKP RI, KPK RI, Polri, Kejaksaan, pengamat anggaran dan para pimpinan partai politik,” kata Hazmi.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Synchronize Fest 2026 Umumkan Line Up Final Penuh Kejutan

Jakarta - Synchronize Fest kembali hadir pada 16, 17,...

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Ditembak, Satu Perempuan Tewas di Rumah Sakit

JAYAWIJAYA, Opsi.id  – Aksi penembakan brutal kembali terjadi di...

Masinton Pasaribu Balik Serang Wacana Pemakzulan, Sebut Ada Skenario Politik Pasca Pilkada

Tapanuli Tengah — Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara,...

MUI DKI Dorong Gerakan Wakaf dan Sedekah Pohon untuk Penghijauan Jakarta

Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta...

Sound Horeg: Bukan Sekadar Persoalan Boleh atau Tidak

Oleh*: Dr. KH. Maman Imanulhaq, Anggota DPR RI Fatwa Majelis...

Ballon d’Or 2026: Messi Kembali Masuk Nominasi, Ronaldo Tersingkir

Jakarta, Opsi. id - Daftar kandidat Ballon d'Or 2026...

The Latifa Rilis Lagu Perpisahan Bertajuk Kini Harus Selesai

Jakarta – Setiap perjalanan memiliki akhirnya, dan terkadang akhir...

Berita Terbaru

Popular Categories