Masinton Pasaribu Balik Serang Wacana Pemakzulan, Sebut Ada Skenario Politik Pasca Pilkada

Tapanuli Tengah — Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara, Masinton Pasaribu menanggapi wacana pemakzulan yang disampaikan lima partai politik di DPRD Tapteng.

Ia menilai langkah tersebut merupakan bagian dari skenario politik kelompok yang belum menerima hasil Pilkada 2024.

Sebelumnya, lima partai politik yakni Partai NasDem, Golkar, Gerindra, PAN, dan PKB menyampaikan wacana pemakzulan terhadap Masinton. Mereka menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari pengelolaan APBD hingga penanganan bencana banjir.

Masinton menyebut isu tersebut tidak lepas dari dinamika politik pasca pemilihan kepala daerah.

“Itu segelintir kelompok politik yang belum move on sejak pilkada. Mereka menskenariokan calon tunggal dalam Pilkada 2024 lalu dan ternyata gagal. Pada saat Pilkada paslon yang mereka usung dikalahkan rakyat Tapanuli Tengah,” ujar Masinton seperti mengutip CNN Indonesia, Kamis, 10 September 2026.

Masinton Soroti Politisasi Bencana

Masinton juga mengaku telah beberapa kali menghadapi gangguan politik sejak menjabat sebagai Bupati Tapanuli Tengah.

Menurutnya, kelompok politik tertentu saat ini memanfaatkan kondisi bencana untuk menyerang pemerintah daerah.

“Segelintir kelompok politik ini mempolitisasi bencana di Tapanuli Tengah,” kata Masinton.

Ia menilai DPRD Tapteng seharusnya turut mendukung upaya percepatan pemulihan daerah pasca bencana, bukan hanya memberikan kritik terhadap pemerintah kabupaten.

Masinton menyebut DPRD belum membahas sejumlah rancangan peraturan daerah (Perda) yang diajukan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan pasca bencana.

“Mereka di DPRD tidak pernah membahas rancangan Perda yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah untuk percepatan pembangunan daerah pasca bencana,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, wacana pemakzulan tersebut masih menjadi polemik politik di Tapanuli Tengah.

Lima partai politik sebelumnya menyatakan akan mempertimbangkan langkah politik melalui DPRD serta kemungkinan membawa persoalan tersebut ke aparat penegak hukum.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Unit Indie-Pop Bogor, Starrducc Siap Gebrak Panggung Music Lane Festival Okinawa

Jakarta - Industri musik independen tanah air kembali mencatatkan...

Protocol Afro Bungkus Suara Kritis Kepada Sistem di Single Anarki

Jakarta - Industri musik independen Indonesia selalu menarik untuk...

Wantimpres Bukan Sekadar Pengkritik, Ini Kedudukan dan Tugasnya

JAKARTA, Opsi.id  – Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) memiliki kedudukan...

Buntut Diusir dari Ruang Sidang, Ahli Relawan Gibran Adukan Wakil Ketua MK dan Hakim ke MKMK

JAKARTA, Opsi.id – Persidangan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum...

Formasi Laporkan 9 Hakim MK ke MKMK Terkait Perkara Ijazah Gibran

Jakarta, OPSI.ID - Mahasiswa Indonesia (Formasi) melaporkan sembilan hakim Mahkamah...

Polri Bersama Masyarakat: Ujian Besar Kepemimpinan Kapolri Suyudi Ario Seto

Oleh: Firman Jaya Daeli (Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia...

Bupati Tolikara Dorong Pengrajin Terus Berinovasi, Karya Lokal Tampil di Kriyanusa 2026

Jakarta, Opsi.id  — Beragam karya kreatif masyarakat Tolikara tampil...

DPRK Tolikara Gelar Sidang Paripurna Pembahasan dan Penetapan APBD Perubahan 2026

Tolikara, Opsi.id - DPRK Tolikara menggelar Rapat Paripurna Pembahasan...

Berita Terbaru

Popular Categories