DPRD DKI Jakarta Minta DLH Optimalisasi Pengelolaan RDF secara Efektif dan Efisien

‎Jakarta – Komisi C DPRD DKI Jakarta menyoroti efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran pengolahan sampah oleh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Unit Pengelola Sampah Terpadu (UPST) Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

‎Sorotan tersebut mengemuka dalam rapat kerja terkait kinerja keuangan BLUD UPST di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu, 30 September 2026.

‎Ketua Komisi C Dimaz Raditya mengatakan evaluasi tidak semata-mata membandingkan pendapatan dengan biaya operasional. Pengelolaan sampah merupakan bagian dari pelayanan publik yang membutuhkan dukungan anggaran.

‎Namun, Dimaz menegaskan, penggunaan anggaran tetap harus memenuhi prinsip efektivitas dan efisiensi.

‎“Kita tidak bicara untung dan rugi. Biaya itu harus ditekan seefektif dan seefisien mungkin,” ujar Dimaz dikutip Kamis, 1 Oktober 2026.

‎Komisi C juga meminta Dinas Lingkungan Hidup merinci komponen biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost) pada fasilitas pengolahan sampah.

‎Pertimbangannya, kapasitas pengolahan Refuse Derived Fuel (RDF) di Bantargebang dan Rorotan belum beroperasi maksimal.

‎Dimaz menjelaskan, RDF Bantargebang yang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 2.000 ton per hari. Terdiri dari 1.000 ton sampah baru (fresh waste) dan 1.000 ton sampah hasil penambangan timbunan lama (landfill mining).

‎Namun, realisasi pengolahan masih sekitar 700 ton sampah baru dan 500 ton sampah hasil penambangan timbunan lama per hari. Kebutuhan anggaran operasional mencapai sekitar Rp120 miliar.

‎“Dengan biaya sekarang, mesin-mesin RDF juga belum maksimal. Itu yang perlu kita lihat, apakah biayanya sudah efektif dan efisien,” tutur Dimaz.

‎Komisi C juga mencermati operasional RDF Rorotan. Fasilitas tersebut baru mengolah sekitar 600–800 ton sampah per hari dari kapasitas yang ditargetkan mencapai 2.500 ton per hari.

‎Dimaz mengatakan, Komisi C perlu rincian penggunaan anggaran RDF Rorotan yang mencapai sekitar Rp170 miliar. Tujuannya, melihat kebutuhan biaya ketika fasilitas tersebut beroperasi dengan kapasitas penuh.

‎“Apakah nanti kalau Rorotan sudah beroperasi penuh dan bisa menerima 2.500 ton sampah, angka itu membengkak tiga kali lipat? Itu kan pertanyaan besar,” jelas Dimaz.

‎Kepala Unit Pengelola Sampah Terpadu Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Agung Pujo Winarko menjelaskan, pengelolaan persampahan membutuhkan biaya operasional yang cukup besar.

‎Pendapatan BLUD UPST juga belum dapat menutup seluruh kebutuhan operasional fasilitas pengolahan sampah.

‎“Tetapi paling tidak pendapatan tersebut bisa membantu sebagian biaya operasional BLUD UPST,” kata Agung.

‎Ia juga menjelaskan, realisasi pendapatan RDF Rorotan belum sepenuhnya menggambarkan nilai tagihan yang telah berjalan. Sebab, terdapat jeda pembayaran dari pihak pembeli RDF setelah proses penagihan.

‎“Ketika kita tagih pada bulan tersebut, kurang lebih sekitar tiga bulan baru kita menerima pendapatannya. Jadi ada piutang yang cukup besar dan biasanya mereka rutin membayar,” terang Agung.

‎Selain efisiensi anggaran, Komisi C mendorong Dinas Lingkungan Hidup mencari alternatif pemanfaatan produk RDF. Sehingga tidak hanya bergantung pada industri semen sebagai pembeli atau penyerap produk.

‎Dimaz menegaskan, fokus utama fasilitas RDF mengurangi volume sampah Jakarta melalui proses pengolahan yang optimal.

‎“Kalau tidak ke industri semen, carilah alternatif lain,” tandas Dimaz.

‎Rapat kerja diskors sementara. Rencananya berlanjut pekan depan. Dinas Lingkungan Hidup harus melengkapi data. Antara lain, perincian biaya operasional, komponen biaya tetap dan biaya variabel, serta data pendukung lain untuk mengukur efektivitas dan efisiensi. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Maia Estianty Sebut Sistem Royalti di Masa Lalu Lebih Menyejahterakan Musisi

Jakarta - Dinamika industri musik Indonesia senantiasa menghadirkan perdebatan...

JUNE Active Studio Bersama JUNI Goods Luncurkan Recreational Athletes Club

Jakarta - Perkembangan kultur olahraga rekreasional di Indonesia kembali...

DLK dan Inhype Pictures Rilis Film Drama Remaja, Yang Disebut Nakal

Jakarta - Industri perfilman tanah air bersiap kedatangan sebuah...

Sembilan Hakim MK Kembali Diadukan ke MKMK soal Putusan Sengketa Ijazah Gibran

JAKARTA, Opsi.ID – Sembilan hakim konstitusi kembali diadukan ke...

Prabowo Akui Ikuti Garis Politik Jokowi, Tegaskan Indonesia Tak Mau Ikut Blok Militer

JAKARTA, Opsi.ID – Presiden Prabowo Subianto mengakui mengikuti garis politik...

LindungiHutan dan Tamara Dai Wujudkan Pelestarian Pesisir Lewat Penanaman Mangrove di PIK

Jakarta - Upaya strategis dalam rangka memperkuat mitigasi abrasi...

Tingkatkan Mutu Pendidikan, 300 Guru di Sidrap Ikuti Pelatihan STEM

Sidrap, OPSI.ID - Yayasan Pendidikan Adiluhung (YPAN) menggelar pelatihan...

16 Pemimpin Geng Motor dan Pelaku Tawuran Akan Dikirim ke SPN Batua Jalani Pembinaan

Makassar, OPSI.ID - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Inspektur...

Berita Terbaru

Popular Categories