Pansus DPRD DKI Dorong Penertiban dan Segel Mangga Dua Square, Aset Fasos-Fasum Berpotensi Rp1,2 Miliar per Bulan

Jakarta – Anggota Pansus Percepatan Penyerahan Aset Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum (Fasos-Fasum) Mohamad Ongen Sangaji menyoroti pemanfaatan lahan di Mangga Dua Square, yang tercatat sebagai aset Fasos-Fasum milik pemerintah.

‎Mangga Dua Square kerap digunakan untuk kegiatan komersial. Ongen pun meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta agar tidak membiarkan persoalan tersebut berlarut.

‎Menurut dia, diperlukan tindakan tegas, salah satunya dengan menyegel area Mangga Dua Square.

‎Sebab, pihaknya menemukan sejumlah aset daerah yang belum diserahkan. Namun, telah dimanfaatkan pihak ketiga untuk kegiatan komersial.

‎Pemanfaatan tersebut antara lain berupa jasa sewa-menyewa hingga pengelolaan parkir. Ongen mencatat, area Mangga Dua Square telah menjadi persoalan sejak 2018.

‎Maka itu, anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta itu mendesak Pemprov DKI segera bertindak dengan mengambil langkah hukum dan penertiban di lapangan.

‎“Ini bukan soal maaf-maafan. Dari 2018 ini bukan ketidaksengajaan, melainkan kelalaian yang sengaja dibuat,” ujar Ongen dalam Rapat Pansus Fasos Fasum, dikutip Kamis, 1 Oktober 2026.

‎Berdasarkan kajian lapangan, kata legislator Partai NasDem itu, potensi pendapatan daerah dari kawasan tersebut diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar per bulan.

‎Jika dihitung sejak 2018, ketika kawasan tersebut masih ramai, maka potensi penerimaan mencapai sekitar Rp2-3 miliar per bulan.

‎Dengan demikian, Ongen meminta tim hukum mengkaji mekanisme pengambilalihan pengelolaan aset yang belum diserahkan ke Pemprov DKI, tapi dikomersialisasi oleh pihak luar.

‎Ia juga meminta koordinasi segera dengan Satpol PP untuk menyegel dan memblokir kawasan Mangga Dua Square sesuai mekanisme dan ketentuan berlaku.

‎”Pansus mendorong koordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk memastikan status serta pengelolaan aset,” ucapnya.

‎Dengan demikian, aset Fasos-Fasum bisa bermanfaat optimal untuk kepentingan masyarakat dan berkontribusi terhadap penerimaan daerah.

‎Ongen mengatakan persoalan pemanfaatan aset daerah tidak hanya ditemukan di kawasan Mangga Dua Square.

‎Pansus juga menemukan persoalan serupa di wilayah lain. Salah satunya keberadaan Lapak Kemas di Jakarta Pusat.

‎Menurut dia, penertiban dan kejelasan pengelolaan aset Fasos-Fasum harus secara menyeluruh.

‎Ia menegaskan, aset milik daerah tidak boleh terus dimanfaatkan demi kepentingan komersial.

‎”Terlebih tanpa kejelasan status dan pengelolaan. Aset daerah tidak boleh sekadar tercatat secara administrasi. Akan tetapi, harus bermanfaat bagi masyarakat dan daerah,” kata Mohamad Ongen Sangaji. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

GAMKI Apresiasi Penetapan Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah GKPI di Tangerang

JAKARTA, Opsi.id – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda...

Apresiasi Konser Avenged Sevenfold di JIS, Hardiyanto Kenneth Puji Ravel Entertainment

Jakarta - Perhelatan konser grup musik heavy metal asal...

Persiapan Konser Twilite Orchestra Presents The Beatles & Queen Masuki Tahap Akhir

Jakarta - Perhelatan musik akbar bertajuk “Twilite Orchestra Presents...

Taylor Swift Luncurkan Video Klip Lagu Patient Zero

Jakarta - Industri musik global kembali dikejutkan oleh pencapaian...

Konser Avenged Sevenfold di JIS Berlangsung Sukses dengan Energi Total

Jakarta - Grup band heavy metal legendaris asal Amerika...

Kembara Harmoni Lintas Generasi I Wayan Balawan dan Muhamad Reyhan Naufal

Jakarta - Dalam diskursus perkembangan musik improvisasi kontemporer di...

Berita Terbaru

Popular Categories