Jakarta – Eksistensi kelompok musik punk rock asal Jakarta Timur, TENHOLES, kembali ditegaskan melalui peluncuran album studio terbaru mereka yang bertajuk “SATYA”.
Album ini dikerjakan melalui kolaborasi strategis bersama label rekaman independen demajors, menghadirkan total delapan trek lagu yang dirancang sebagai refleksi atas perjalanan eksistensial manusia.
Secara konseptual, album “SATYA” merangkum spektrum pengalaman sosio-kultural yang luas, mencakup dinamika relasi keluarga, komitmen janji, romantisme, kepedihan kehilangan, tekanan psikologis kehidupan kelas pekerja, perlawanan terhadap ketidakadilan, hingga proses penerimaan diri.
Karya ini merepresentasikan dinamika emosional individu yang tidak luput dari rasa takut, kerentanan, dan kesalahan, namun tetap memiliki keteguhan untuk melanjutkan fase kehidupan.
Vokalis TENHOLES, Ukien Skins, menggarisbawahi bahwa esensi utama dari album ini berakar pada prinsip ketahanan moral dan kejujuran batin.
“SATYA itu tentang janji, api yang kita jaga, dan perlawanan yang tidak pernah padam,” ujar Ukien Skins.
“Lewat album ini, TENHOLES tidak menghadirkan gambaran laki-laki sebagai sosok yang selalu kuat dan memiliki semua jawaban. SATYA justru berbicara tentang manusia yang bisa takut, gagal, kehilangan, marah, mempertanyakan hidup, namun tetap memilih untuk berdiri dan melanjutkan perjalanan,” katanya.
Delapan karya di dalam album SATYA disusun secara kronologis untuk memetakan fase-fase penting dalam siklus kehidupan manusia.
Nomor-nomor yang disusun dalam treklist adalah “Sudut Kota”, “Hai! Nak”, “Api Yang Pernah Kita Jaga”, “Janji Lelaki”, “Membakar Malam”, “Tiga”, “Darah Daging”, “Semua Sodara (Piano Version)”.
Saat ini, materi dalam album “SATYA” dari TENHOLES telah tersedia di seluruh platform layanan streaming musik digital.
Selain itu, bentuk fisik dalam format compact disc (CD) dapat diperoleh secara eksklusif melalui laman resmi www.demajors.com serta jaringan distribusi resmi demajors. []


