OPSI.ID, Makassar – Personel gabungan dari Resmob Polda Sulsel, Jatanras Polrestabes Makassar, dan Opsnal Polsek Biringkanaya mengungkap kasus penyerangan geng motor yang menyebabkan satu orang meninggal dunia di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, Kelurahan Sudiang, Kota Makassar, pada Minggu (4/10/2026). Polisi menangkap 18 orang pelaku yang ditangkap masih berstatus anak di bawah umur dan pelajar.
Kepala Kepolisian Sektor Biringkanaya Komisaris Setiawan A Malik mengaku langsung melakukan penyelidikan usai kasus penganiayaan yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu luka parah di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 19, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Minggu (4/10) dini hari. Malik mengaku sudah menangkap 18 orang pelaku di Kabupaten Maros, Sulsel.

“Tadi pagi kita melakukan pengejaran terhadap pelaku oleh Resmob Polda Sulsel, Kemudian Jatanras Polrestabes Makassar bersama Opsnal Polsek Biringkanaya. Kita melakukan pengejaran dan kita berhasil mengamankan ada 18 orang,” ujarnya kepada wartawan di Mapolsek Biringkanaya Makassar, Senin (5/10)
Mirisnya, dari 18 pelaku yang ditangkap merupakan anak di bawah umur dan masih berstatus pelajar. Malik juga mengungkapkan masih memburu 4-5 orang pelaku utama.
“Ini kita masih melakukan pengejaran kepada para pelaku, ada mungkin sekitar 4-5 orang. Mereka terlibat dalam penyerangan pada hari kemarin,” kata dia.
Malik mengaku 4-5 orang masih diburu mempunyai peran sebagai admin akun media sosial (medsos) kelompok geng motor, pembawa pedang, dan juga busur.
“Ya (4-5 orang pelaku utama belum ditangkap). Jadi yang bawa samurai, admin juga, kemudian yang bawa busur juga,” kata Malik.
Sementara terkait motif, Malik mengaku masih mendalami. Hanya saja, kata Malik, antara para pelaku dan korban merupakan dua kubu yang sudah janjian untuk perang kelompok.
“Informasi sementara, karena kita masih mendalami dan menyelidiki karena belum tertangkap semuanya. Informasi sementara mereka berdua (para pelaku dan korban) ini, dua kubu ini adalah geng motor,” kata dia.
Untuk saat ini, imbuh Malik, satu korban luka atas nama Muh Farel SM masih mendapat perawatan di rumah sakit. Sementara satu korban meninggal atas nama Muh Akmal Makmur, jenazahnya sudah diserahkan ke pihak keluarga.
“Untuk pasal yang akan dikenakan belum ada, karena kami masih mendalami peran masing-masing pelaku. Nanti kalau sudah lengkap pemeriksaan baru diketahui peran masing-masing pelaku,” ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Kota Besar Makassar Ajun Komisaris Jafar Ahmad menjelaskan dua orang warga menjadi sasaran penyerangan diduga geng motor. Identitas dua korban yakni Muh Akmal Makmur (24) dan Muh Farel SM.
“Korban atas nama Muh Akmal Makmur meninggal dunia akibat luka robek bagian belakang kepala. Diduga luka terbuka akibat tebasan sajam dan juga ditemukan busur tertancap pada bagian kepala,” ujarnya. []


