TOLIKARA, Opsi.id — Pemerintah Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, memberangkatkan 10 putra-putri daerah untuk melanjutkan pendidikan Diploma Tiga (D3) Keperawatan di Akademi Keperawatan HKBP Balige, Sumatera Utara.
Pelepasan calon mahasiswa tersebut berlangsung di SD Negeri Karubaga, Kabupaten Tolikara, Senin (6/10/2026).
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menyiapkan sumber daya manusia di bidang kesehatan untuk memperkuat pelayanan medis bagi masyarakat.
Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos., berpesan agar para calon mahasiswa memanfaatkan kesempatan pendidikan tersebut dengan serius dan penuh tanggung jawab.
Ia menegaskan, keberangkatan mereka bukan sekadar untuk memperoleh ijazah, melainkan juga untuk membekali diri dengan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi yang nantinya dapat digunakan untuk melayani masyarakat Tolikara.
Baca juga: Bupati Tolikara Dorong Pengrajin Terus Berinovasi, Karya Lokal Tampil di Kriyanusa 2026
“Jangan hanya pulang membawa ijazah. Bawa ilmu, keterampilan, dan kompetensi untuk melayani masyarakat Tolikara,” demikian pesan Bupati Willem.
Willem menjelaskan, pendidikan keperawatan tidak hanya bertujuan membentuk kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter dan kesiapan peserta didik untuk menjalankan tugas sebagai tenaga kesehatan.
Karena itu, ia meminta seluruh calon mahasiswa agar bersungguh-sungguh selama menjalani pendidikan dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan pemerintah daerah.
Menurutnya, para peserta diharapkan kembali ke Tolikara setelah menyelesaikan pendidikan untuk mengambil bagian dalam peningkatan pelayanan kesehatan, termasuk bagi masyarakat di wilayah pelosok.
Kesehatan Calon Mahasiswa Jadi Perhatian
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tolikara, Oktovianus Yeimo, mengingatkan para calon mahasiswa agar menjaga kesehatan selama mengikuti pendidikan di Sumatera Utara.
Ia menjelaskan, persiapan keberangkatan tidak hanya berkaitan dengan seleksi akademik, tetapi juga pemeriksaan kesehatan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kendala yang dapat menghambat proses pendidikan.
Baca juga: DPRK Tolikara Gelar Sidang Paripurna Pembahasan dan Penetapan APBD Perubahan 2026
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kata dia, sejumlah pelajar yang melanjutkan pendidikan ke luar daerah menghadapi persoalan kesehatan sehingga proses studi mereka terganggu.
Karena itu, pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu tahapan penting sebelum para calon mahasiswa diberangkatkan.
Oktovianus juga mengingatkan para peserta agar menjaga kepercayaan yang telah diberikan pemerintah daerah, belajar dengan tekun, serta menyelesaikan pendidikan sesuai target waktu.
Ia berharap kesempatan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan diri dan mempersiapkan masa depan sebagai tenaga kesehatan.
Diharapkan Kembali Mengabdi di Tolikara
Pemberangkatan 10 calon mahasiswa D3 Keperawatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menyiapkan tenaga kesehatan yang berasal dari putra-putri daerah sendiri.
Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka diharapkan kembali ke Kabupaten Tolikara dan berkontribusi dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat.
Ketersediaan tenaga kesehatan menjadi salah satu kebutuhan penting, terutama untuk mendukung pelayanan medis bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan dan fasilitas kesehatan.
Melalui program pendidikan tersebut, Pemkab Tolikara berharap lahir tenaga-tenaga keperawatan yang memiliki kompetensi, disiplin, dan komitmen untuk mengabdi di daerah asal.
Dari Karubaga, 10 calon mahasiswa itu berangkat membawa harapan untuk menempuh pendidikan dengan baik dan kelak turut membangun pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Tolikara. []


