Jakarta – Industri musik pop tanah air kembali diperkaya dengan kehadiran karya terbaru dari penyanyi sekaligus penulis lagu asal Jakarta Timur, Maseta. Berada di bawah naungan label rekaman Sun Eater, Maseta resmi meluncurkan extended play (EP) ketiganya yang diberi tajuk “SAYANG” pada Jumat, 23 Oktober 2026.
EP ini memuat total enam komposisi lagu, yang merangkum tiga single terdahulu serta tiga materi baru. Melalui rilisan ini, Maseta mengusung identitas sonik berupa pop yang santun, sebuah formula musikal yang dirancang agar mudah dicerna, mengalir lembut, serta meninggalkan kesan mendalam bagi para pendengarnya.
Pemilihan kata “SAYANG” sebagai tajuk utama EP ini dilandasi oleh eksplorasi tematik yang kontras. Maseta memadukan dua spektrum emosi yang saling bertolak belakang, yakni gelora jatuh cinta dan duka kehilangan, beserta titik temu di antara keduanya.
Secara semantik, kata “sayang” memiliki sifat kontronim; ia dapat merepresentasikan rasa kasih dan cinta yang hangat, namun di sisi lain merujuk pada rasa kasihan serta penyesalan.
“(Melalui EP ini) ‘Sayang’ nggak cuma diucapkan, tapi juga kuberi makna juga spektrumnya,” ujar Maseta mengenai esensi dari karya terbarunya.
Dinamika emosional tersebut tercermin dalam materi lagu yang diusung. Sisi kerentanan dan patah hati dijabarkan melalui singel “Kejora Walini” dan “SAYANG (I Can’t Lie)” yang dibalut dengan pendekatan produksi berbeda.
Sementara itu, irisan kompleks antara cinta dan kehilangan dieksplorasi secara ritmis melalui nomor uptempo “MARAH-MARAH”.
Bagi Maseta, proses penulisan lagu berfungsi sebagai instrumen refleksi diri untuk mengurai berbagai pertanyaan eksistensial yang kerap hadir dalam benaknya.
“Mencintai dan kehilangan udah jadi bagian sehari-hari, tapi suka kelewat untuk diproses. Aku menulis biar jadi ringan di dada,” ungkapnya.
Sebagai pintu gerbang utama penikmatan EP ini, Maseta menetapkan lagu “Belati” sebagai focus track. Nomor ini memotret fase awal kasmaran dengan lirik yang lugas dan jenaka.
Rangkaian EP kemudian mengalir melalui dinamika singel-singel sebelumnya, hingga berbelok pada nomor akustik berjudul “terang”. Dalam lagu ini, Maseta menggandeng Vika Randia, vokalis grup alternative pop MADMAX, untuk menciptakan perpaduan vokal yang harmonis.
“Vika has a beautiful voice. Timbre suaranya soothing banget, kontrasnya sama suarasu hasilnya cantik,” tutur Maseta.
Rangkaian album mini ini ditutup secara khidmat oleh trek “tenang”, sebuah nomor penuh kehangatan yang merefleksikan rasa syukur atas kehadiran pasangan.
Menariknya, penggarapan keenam lagu dalam EP SAYANG melibatkan tangan dingin sejumlah produser terkemuka dari berbagai latar belakang musikal, di antaranya Krautmilk (L’Alphalpha), Enrico Octaviano (Lomba Sihir), David Halim (Littlefingers), Ollie Lazuardi (HERN), Ibnu Dian (Matter Halo), serta kolaborasi Cosmicburp dan Tobias Hosea.
Melalui keberagaman aransemen tersebut, Maseta mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga perihal komunikasi artistik dalam industri musik.
“I learned along the way that good producers are good communicators. Masing-masing produser ada pelajarannya masing-masing. Aku juga jadi lebih tahu mauku dan lebih tahu cara menyampaikannya ke para produser,” pungkasnya.
Seluruh nomor dalam EP “SAYANG” kini telah dapat dinikmati melalui berbagai layanan streaming musik digital mulai 23 Oktober 2026. []


