Cirebon – Ratusan barang milik penumpang ditemukan tertinggal di kereta api maupun stasiun wilayah operasional PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon. Sepanjang Januari hingga September 2026, tercatat sebanyak 684 barang temuan dengan estimasi nilai mencapai Rp702,58 juta.
Dari total barang yang ditemukan, sebanyak 617 barang telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya. Sementara itu, 31 barang berupa makanan dimusnahkan karena tidak lagi layak dikonsumsi, sedangkan 36 barang lainnya masih dalam proses penanganan.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan perusahaan menyediakan layanan Lost and Found untuk membantu pelanggan yang kehilangan atau meninggalkan barang selama perjalanan menggunakan kereta api maupun saat berada di stasiun.
Menurutnya, layanan tersebut menjadi bagian dari upaya KAI dalam memberikan rasa aman kepada penumpang, termasuk memastikan barang yang ditemukan petugas ditangani sesuai prosedur.
“Bagi KAI, kenyamanan pelanggan tidak hanya diwujudkan melalui perjalanan yang aman dan tepat waktu, tetapi juga melalui kepedulian terhadap barang-barang yang tertinggal. Kami berupaya memastikan setiap barang temuan dapat terdata, diamankan, dan dikembalikan kepada pemiliknya sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Muhibbuddin.
Berdasarkan jenisnya, barang yang ditemukan selama sembilan bulan terakhir terdiri atas 67 barang berupa makanan, 358 barang kategori biasa, serta 259 barang berharga.
Seluruh temuan tersebut ditangani melalui mekanisme Lost and Found dengan mempertimbangkan jenis dan kondisi barang. Penanganan ini dilakukan untuk memastikan barang yang ditemukan dapat diamankan sekaligus mempermudah proses pencarian pemiliknya.
KAI Daop 3 Cirebon juga mengingatkan penumpang agar memeriksa kembali barang bawaan sebelum turun dari kereta atau meninggalkan area stasiun. Sejumlah tempat yang perlu diperiksa antara lain kursi penumpang, rak bagasi, serta area di sekitar tempat duduk.
Apabila mengetahui ada barang yang tertinggal atau kehilangan barang selama perjalanan, pelanggan diminta segera melapor kepada petugas KAI di stasiun agar proses penelusuran dapat dilakukan.
“Kami mengajak seluruh pelanggan untuk lebih teliti terhadap barang bawaannya. Namun, apabila ada barang yang tertinggal, jangan ragu untuk segera melapor kepada petugas KAI. Kami akan membantu proses penelusuran dan pengembalian barang sesuai ketentuan. Terima kasih atas kepercayaan pelanggan yang terus menggunakan layanan kereta api,” kata Muhibbuddin.


