Parepare, OPSI.ID – Pelatih Arema FC, Marcos Santos, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah timnya ditahan imbang PSM Makassar dengan skor 3-3 pada pekan kedua Super League 2026/2027.
Arema FC sejatinya berada di atas angin setelah unggul 3-1 hingga memasuki penghujung pertandingan.
Namun, dua gol balasan PSM di menit-menit akhir membuat kemenangan yang sudah di depan mata sirna dan Singo Edan harus puas membawa pulang satu poin.
Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Pelatih Arema FC, Marcos Santos menyoroti hilangnya konsentrasi para pemain yang berujung pada dua gol penyeimbang di masa injury time.
“Kami tidak boleh membiarkan laga yang sudah unggul 3-1 berakhir seperti ini. Para pemain sebenarnya sudah menjalankan rencana taktik dengan baik hingga bisa unggul, tetapi kami kehilangan dua poin karena kesalahan sendiri. Ada rasa pahit karena kami seharusnya bisa membawa pulang kemenangan,” ujar Marcos Santos.
Menurutnya, Arema FC sebenarnya telah menyiapkan skema serangan balik cepat untuk memanfaatkan ruang yang terbuka ketika PSM mulai bermain lebih agresif dan mengerahkan banyak pemain ke lini depan.
“Saat lawan melakukan pergantian pemain ofensif, ada ruang terbuka untuk melakukan transisi cepat. Kami punya dua sampai tiga kesempatan untuk mencetak gol keempat dan mengakhiri pertandingan, namun gagal dimanfaatkan. Kami justru mengendurkan konsentrasi dan harus dibayar mahal,” lanjutnya.
Kekecewaan serupa disampaikan pemain Arema FC, Julian Guevara.
Ia mengakui seluruh pemain merasakan hasil pahit tersebut, terutama karena tim gagal mempertahankan keunggulan pada momen-momen krusial.
“Pasti kami merasa kecewa dengan hasil ini. Kami sudah berjuang maksimal di lapangan dan bermaksud membawa pulang tiga poin dari pertandingan yang sulit ini. Sayangnya kami kebobolan di menit akhir. Kami harus belajar dari situasi ini agar tidak terulang lagi,” ungkap Julian.
Hasil imbang tersebut menjadi catatan penting bagi Arema FC.
Kegagalan mempertahankan keunggulan 3-1 hingga peluit akhir menjadi bahan evaluasi tim pelatih sebelum menghadapi pertandingan pada pekan berikutnya. []

