Bandara Hasanuddin Delay, Gambus Rammang-Rammang Jadi Hiburan

MAROS, OPSI.ID — Kelompok Seni Gambusu’ Rammang-Rammang tampil menghibur para penumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa (8/9/2026).

Penampilan tersebut dihadirkan di tengah penundaan sejumlah penerbangan akibat dampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Alunan musik tradisional menjadi penyejuk bagi para penumpang yang sedang menunggu kepastian jadwal keberangkatan.

Mengenakan pakaian tradisional Bugis-Makassar, para seniman membawakan sejumlah lagu daerah yang diiringi petikan gambus dan tabuhan rebana. Pertunjukan tersebut sukses menciptakan suasana hangat di tengah kepadatan aktivitas penumpang di area terminal.

Para penumpang terlihat menikmati penampilan Kelompok Seni Gambusu’ Rammang-Rammang. Sebagian dari mereka bertepuk tangan mengikuti irama musik, sementara penumpang lainnya mengabadikan pertunjukan tersebut menggunakan telepon genggam.

Delegasi Kelompok Seni Gambusu’ Rammang-Rammang, Zainal Abidin, menjelaskan bahwa Gambusu’ merupakan salah satu kesenian musik tradisional Sulawesi Selatan yang mendapat pengaruh budaya Melayu dan Timur Tengah.

“Gambus sebagai instrumen utama biasanya dipadukan dengan rebana, nyanyian, serta syair yang menyampaikan pesan kebersamaan, nasihat, penghormatan, dan kegembiraan,” kata pria yang akrab disapa Abid tersebut.

Abid yang juga dosen di Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia ini menambahkan, kehadiran mereka di area bandara diharapkan dapat mengurangi kejenuhan sekaligus memberikan kenyamanan psikologis bagi pengguna jasa penerbangan.

“Kehadiran Kelompok Seni Gambusu’ Rammang-Rammang diharapkan dapat mengurangi kejenuhan sekaligus memberikan semangat kepada para penumpang. Musik tradisional yang dibawakan mampu menghadirkan suasana yang lebih tenang dan akrab selama masa tunggu di bandara,” tutur Abid.

Kelompok seni ini berasal dari Desa Wisata Rammang-Rammang, Desa Salenrang, Kabupaten Maros. Selain memberikan hiburan di tengah situasi tak terduga, aksi panggung ini menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan kekayaan seni, budaya, dan keramahan masyarakat Rammang-Rammang yang terkenal dengan keindahan bentang alam karstnya, kepada wisatawan mancanegara maupun domestik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

SIMAKDIALOG Rilis Album Fisik 1995 Bareng Demajors

Jakarta - Kolektif musik jazz kontemporer legendaris, SIMAKDIALOG, kembali...

Peringatan 100 Tahun Inspirasi Generasi Penyiar – Tribute to Sambas Mangundikarta Digelar di Jakarta

Jakarta - Sejarah panjang dunia penyiaran dan jurnalistik Indonesia...

Petrokimia Gresik Libatkan 26 Karyawan dalam Pemberdayaan Warga Gowa

Gowa, OPSI.ID - Sebanyak 26 karyawan PT Petrokimia Gresik...

Wali Sampaikan Doa untuk Korban Karhutla dan Rakyat Palestina di Synchronize Fest 2026

Jakarta - Perhelatan festival musik tahunan Synchronize Fest 2026...

Indro Warkop Kenang Dono dan Kasino di Synchronize Fest 2026

Jakarta - Panggung seni dan hiburan tanah air kembali...

Bupati Tolikara dan Senator Arianto Kogoya Tinjau Kesiapan Rapat BPL GIDI di Kanggime

TOLIKARA, Opsi.id  – Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos., bersama...

‎Suroso Isnandar Jadi Dirut PLN, Guru Besar ITPLN: Transisi Energi Jadi Ujian Besar

‎Jakarta — Guru Besar Institut Teknologi PLN (ITPLN), Prof....

Berita Terbaru

Popular Categories