Jakarta – Indonesia memperkuat langkah untuk memperluas pasar fesyen muslim atau modest fashion ke tingkat internasional dengan mengandalkan kekayaan wastra Nusantara, kreativitas desainer, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026, Indonesia menempati posisi pertama dunia dalam sektor modest fashion. Pencapaian tersebut didukung keragaman budaya dalam desain produk, regulasi, fasilitasi pemerintah, promosi internasional, serta keterlibatan pelaku usaha Indonesia dalam berbagai ajang fesyen dunia.
Potensi tersebut menjadi salah satu fokus Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) 2026 yang dibuka Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Aida S. Budiman di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (14/10/2026).
Mengusung tema “Indonesia’s Integrated Modest Fashion Ecosystem: Transforming Modest Fashion Brands into Global Business”, penyelenggaraan IN2MOTIONFEST tahun ini memasuki edisi kelima sekaligus mencatat kolaborasi perdana dengan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW).
Kolaborasi Bank Indonesia dan Kementerian Perdagangan tersebut diarahkan untuk menghubungkan pengembangan kapasitas pelaku usaha dengan perluasan akses pasar. Dengan demikian, produk fesyen berbasis budaya lokal diharapkan tidak hanya dikenal melalui peragaan busana, tetapi juga memiliki peluang transaksi dan kemitraan bisnis di pasar internasional.
Aida S. Budiman mengatakan, pengembangan industri modest fashion membutuhkan ekosistem usaha yang terintegrasi, mulai dari penguatan bahan baku dan kualitas produk hingga pemasaran serta distribusi.
“Melalui IN2MOTIONFEST, kami ingin mempertemukan pelaku usaha dengan pasar dan calon pembeli potensial agar peluang promosi dapat ditindaklanjuti menjadi transaksi dan kemitraan dagang berkelanjutan,” ujar Aida.
Menurut dia, posisi Indonesia dalam industri modest fashion global dapat menjadi peluang untuk memperluas pasar UMKM, menciptakan lapangan kerja bagi perajin dan desainer lokal, serta meningkatkan ekspor produk kreatif nasional.
Kehadiran wastra Nusantara dengan karakter dan motif khas daerah juga menjadi modal untuk memperkuat identitas produk Indonesia di tengah persaingan industri fesyen dunia.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai, pengembangan modest fashion dapat membuka akses yang lebih luas bagi karya kreatif nasional, termasuk ke pasar di luar negara-negara mayoritas muslim.
Menurutnya, kekayaan budaya dan keunikan desain Indonesia dapat menjadi pembeda yang menarik bagi konsumen internasional, termasuk di kawasan Eropa dan pasar global lainnya.
Namun, peluang tersebut perlu diikuti dengan perlindungan kekayaan intelektual agar desain dan karya kreatif anak bangsa memiliki kepastian perlindungan sekaligus nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melihat industri fesyen berbasis wastra sebagai salah satu potensi untuk memperkuat daya tarik wisata belanja Indonesia.
Penyelenggaraan peragaan busana, pameran, serta berbagai agenda bisnis dalam IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 dinilai dapat mempertemukan pelaku industri dengan mitra potensial sekaligus memperkenalkan produk fesyen Indonesia kepada pengunjung dari berbagai negara.
Pengembangan tersebut juga berpeluang menciptakan keterkaitan antara industri kreatif dan sektor pariwisata, terutama melalui pengalaman wisata yang menggabungkan belanja, budaya, dan fesyen lokal.
Dalam upaya memperkuat fondasi industri, Bank Indonesia bersama Indonesian Fashion Chamber (IFC) dan kementerian/lembaga terkait telah mendukung pengembangan pelaku usaha sejak 2018 melalui kurasi, pelatihan, dan pendampingan.
Program IKRA Brand Leveling System menjadi salah satu instrumen pembinaan yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas merek, memperkuat daya saing produk, serta mengembangkan kemampuan perajin wastra dan pelaku usaha fesyen.
Di sisi lain, Kementerian Perdagangan berperan memperluas jaringan pemasaran melalui promosi dagang, penjodohan bisnis (business matching), serta pengembangan jejaring pembeli di dalam dan luar negeri.
Agar dapat memenuhi kebutuhan pasar global, pelaku usaha juga didorong menjaga konsistensi kualitas, meningkatkan kapasitas produksi, menyusun strategi harga yang kompetitif, serta memperkuat manajemen bisnis.
Pembukaan IN2MOTIONFEST 2026 turut dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, serta sejumlah pelaku industri modest fashion Indonesia.
Rangkaian IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 menjadi bagian dari Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center, Jakarta.

