Jakarta – Upaya memperluas basis investor pasar modal Indonesia tidak hanya dilakukan melalui pameran dan seminar di Jakarta. Bursa Efek Indonesia (BEI) juga memperkuat edukasi ke berbagai daerah melalui program Road to Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 yang berhasil mencatatkan 76.236 investor baru.
Pencapaian tersebut berasal dari 100 kegiatan edukasi dan sosialisasi yang dilaksanakan sejak Agustus hingga Oktober 2026. Program tersebut melibatkan 115 mitra dan berhasil menjangkau 92.838 peserta di berbagai wilayah Indonesia.
Rangkaian kegiatan Road to CMSE menjadi bagian dari strategi BEI untuk memperkenalkan pasar modal kepada masyarakat secara lebih luas, sekaligus mendorong peningkatan pemahaman sebelum seseorang memutuskan menjadi investor.
Upaya tersebut berlanjut dalam penyelenggaraan CMSE 2026 pada 5–7 November di Main Hall BEI, Jakarta. Kegiatan yang mengusung tema “Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Masa Depan” itu mencatatkan 15.372 pengunjung secara langsung dan menjangkau total 36.605 peserta, termasuk melalui kanal virtual.
Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, menegaskan bahwa pertumbuhan jumlah investor perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas pemahaman masyarakat terhadap produk dan risiko investasi.
Menurutnya, investasi merupakan perjalanan jangka panjang yang membutuhkan kedisiplinan dan pengetahuan memadai, bukan sekadar mengejar keuntungan dalam waktu singkat.
“Keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa cepat seseorang memperoleh keuntungan, tetapi juga oleh kemampuannya untuk terus belajar, menjaga disiplin, memahami risiko, dan konsisten menjalankan tujuan keuangan,” kata Iding.
Untuk memperkuat literasi tersebut, BEI terus menjalankan sejumlah program, antara lain Sekolah Pasar Modal, pengembangan Galeri Investasi BEI, serta pembentukan Duta Pasar Modal.
Masyarakat juga diperkenalkan dengan berbagai pilihan instrumen investasi, mulai dari saham, reksa dana, Exchange Traded Fund (ETF), obligasi, hingga sukuk.
Dalam CMSE 2026, materi edukasi disampaikan melalui sejumlah seminar dan diskusi interaktif. Pada hari pertama, pembahasan difokuskan pada prospek ekonomi dan investasi Indonesia melalui seminar “Indonesia’s Economic & Investment Outlook”.
Selanjutnya, hari kedua diisi dengan diskusi mengenai strategi mencapai kebebasan finansial, pemilihan instrumen investasi sesuai kebutuhan, serta investasi pasar modal syariah.
Sementara pada hari ketiga, peserta memperoleh pengetahuan mengenai ETF Emas dan pemanfaatan teknologi AI dalam sektor keuangan.
Iding berharap kegiatan tersebut dapat mendorong semakin banyak masyarakat untuk memulai investasi dengan bekal pengetahuan yang memadai.
“Mari jadikan semangat CMSE 2026 sebagai energi untuk terus bergerak dan berkolaborasi dalam membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi di pasar modal,” tuturnya.

