‎Dosen ITPLN Raih Hibah Diaspora, Perkuat Kolaborasi Riset dengan Dankook University

‎Jakarta – Dosen Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi PLN (ITPLN), Dr. Tommy Iduwin, ST., M.Sc., meraih pendanaan Program Diaspora Berdampak Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Hibah tersebut diarahkan untuk memperkuat kolaborasi riset internasional ITPLN dengan Dankook University, Korea Selatan, dalam bidang sustainable pavement dan climate resilient transportation infrastructure.

‎Program Diaspora Berdampak merupakan skema Kemendiktisaintek yang dirancang untuk mempertemukan perguruan tinggi di Indonesia dengan peneliti diaspora Indonesia yang berkiprah di luar negeri. Program ini menitikberatkan pada transfer pengetahuan, penguatan kapasitas riset, perluasan jejaring internasional, serta pembentukan kerja sama penelitian yang berkelanjutan.

‎Dalam proyek tersebut, Tommy mengusung judul “Penguatan Kolaborasi Riset Internasional dalam bidang Sustainable Pavement and Climate Resilient Transportation Infrastructure antara Institut Teknologi PLN dan Dankook University, Korea Selatan.” Fokus penelitian menyentuh persoalan infrastruktur transportasi yang semakin dituntut mampu menghadapi perubahan iklim sekaligus memenuhi kebutuhan pembangunan yang berkelanjutan.

‎”Kolaborasi dengan Dankook University bukan sekadar pertukaran pengetahuan akademik. Joint research ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan riset bersama yang dapat menjawab persoalan infrastruktur jalan, terutama dalam menghadapi tekanan perubahan iklim dan tuntutan pembangunan rendah dampak lingkungan,” ujar Tommy dalam keterangannya, Rabu, 19 Agustus 2026.

‎Menurutnya, hibah diaspora itu menjadi kesempatan bagi ITPLN untuk memperkuat jejaring riset internasional sekaligus membangun kolaborasi yang lebih terarah dengan Dankook University. Pihaknya berharap, riset yang dilakukan tidak berhenti pada publikasi, tetapi memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi solusi yang relevan bagi kebutuhan infrastruktur transportasi.

‎Ia menjelaskan, joint research tersebut akan mempertemukan kompetensi peneliti dari kedua institusi. ITPLN memiliki kepakaran yang berkaitan dengan infrastruktur dan teknologi, sedangkan jejaring mitra di Korea Selatan diharapkan memperkaya perspektif metodologi, pendekatan penelitian, serta praktik pengembangan infrastruktur yang adaptif terhadap perubahan iklim.

‎Menurut Tommy, salah satu aspek penting dari kolaborasi ini adalah membangun standar riset yang dapat dibandingkan secara internasional. Pertukaran pengalaman dengan peneliti di Dankook University diharapkan membuka ruang untuk penyusunan metodologi bersama, pengembangan publikasi ilmiah, hingga kemungkinan menghasilkan penelitian lanjutan dengan cakupan yang lebih luas.

‎“Yang paling penting dari joint research ini adalah membangun fondasi kerja sama jangka panjang. Kami berharap setelah program selesai, komunikasi dan penelitian bersama tetap berjalan sehingga dapat berkembang menjadi proposal riset baru, publikasi bersama, maupun pengembangan teknologi yang bisa diterapkan,” kata Tommy.

‎Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya ITPLN memperluas kontribusi riset di bidang infrastruktur berkelanjutan. Pendekatan sustainable pavement dan climate resilient transportation infrastructure dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur yang tidak hanya memperhitungkan aspek teknis, tetapi juga ketahanan terhadap perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan.

‎Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITPLN, Prof. Dr. Indrianto, S.Kom., M.T., mengatakan perolehan hibah tersebut menunjukkan bahwa kapasitas peneliti ITPLN semakin terbuka untuk berkompetisi dalam skema pendanaan riset berskala nasional sekaligus membangun jejaring akademik global.

‎“Program ini kami pandang sebagai momentum penting untuk memperkuat budaya riset internasional di ITPLN. Kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri seperti Dankook University diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi berkembang menjadi kerja sama riset yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi dosen, mahasiswa, maupun pengembangan institusi,” kata Prof. Indrianto.

‎Ia menambahkan, LPPM ITPLN akan mendorong agar hasil kolaborasi tersebut dapat memberikan luaran yang terukur. Selain publikasi ilmiah, kerja sama internasional diharapkan membuka peluang pengembangan inovasi, peningkatan kapasitas peneliti, serta hilirisasi hasil riset yang dapat menjawab kebutuhan industri dan masyarakat.

‎Secara nasional, Program Diaspora Berdampak memang diarahkan untuk memperkuat kapasitas riset perguruan tinggi melalui keterlibatan diaspora Indonesia yang berkarier di perguruan tinggi, lembaga riset, maupun industri global. Pemerintah menempatkan program ini sebagai katalisator terbentuknya kolaborasi riset jangka panjang antara perguruan tinggi dalam negeri dan jejaring diaspora.

‎Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Heri Kuswanto, menjelaskan, Program Diaspora Berdampak Tahun 2026 dirancang sebagai inisiatif strategis untuk memperkuat kapasitas dan jejaring riset perguruan tinggi melalui keterlibatan peneliti diaspora Indonesia.

‎Menurut Heri, program ini memfasilitasi kolaborasi antara diaspora yang berkiprah di perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri global dengan dosen serta peneliti di Indonesia untuk mengembangkan riset yang relevan, aplikatif, dan berdampak. Meski memiliki durasi terbatas, program itu diharapkan menjadi katalisator terbentuknya kolaborasi riset berkelanjutan antara perguruan tinggi dalam negeri dan jejaring global diaspora.

‎Pelaksanaan program juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas riset dan inovasi perguruan tinggi melalui transfer pengetahuan, pengembangan kepemimpinan riset, peningkatan talenta riset yang selaras dengan kebutuhan industri, serta percepatan karier akademik peneliti muda. Sinergi perguruan tinggi, diaspora, industri, dan mitra strategis diharapkan turut mendorong hilirisasi riset serta mempercepat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi nasional. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

DPP ISI Soroti Kasus Dugaan Korupsi ATR/BPN, Surveyor Diminta Jaga Integritas

Jakarta - Kasus dugaan suap dan gratifikasi dalam pengurusan...

Prabowo Temui Megawati di Teuku Umar, Said Ungkap Isi Pertemuan

Jakarta, OPSI.ID - Presiden Prabowo Subianto menyambangi kediaman Ketua...

Warga Makassar Bisa Nikah Gratis, Pendaftaran Dibuka hingga 16 Oktober

Makassar, OPSI.ID - Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Sosial...

DPO Narkoba Tewas Usai Ditangkap, Polda Sulsel Ungkap Kronologinya

Makassar, OPSI.ID - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi...

Leo/Daniel Persembahkan Emas Ketiga Indonesia di Asian Games 2026

Jakarta, OPSI.ID - Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin mengukir catatan...

‎ITPLN Luncurkan 3 Buku Ajar Berbahasa Inggris

‎Jakarta – Institut Teknologi PLN (ITPLN) meluncurkan tiga buku...

Ketum PPP tak Gentar Wacana Parliamentary Threshold 5 Persen

Gowa, OPSI.ID - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP)...

Daftar Lengkap Pemenang MTV Video Music Awards (VMAs) 2026

Jakarta - Ajang penghargaan musik prestisius MTV Video Music...

Berita Terbaru

Popular Categories