Jakarta – Tepat pada 16 September 2026, album studio kedua The Trees & The Wild berjudul “Zaman, Zaman” genap berusia satu dekade.
Album yang pertama kali dirilis pada 16 September 2016 ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan musikal mereka, memperlihatkan keberanian mengeksplorasi batas-batas musik melalui perpaduan experimental indie-rock dan ambient yang atmosferik.
Untuk merayakan momen bersejarah ini, sebuah acara listening session digelar secara intim di Tujuhari Coffee, Grand Wijaya, Jakarta Selatan. Acara tersebut dihadiri oleh para penggemar setia dan rekan media, menghadirkan kembali pengalaman mendengarkan album secara utuh.
Satu dekade setelah perilisannya, album “Zaman, Zaman” kini hadir dalam format vinyl 2 x LP, 33 1/3 RPM, hasil kerja sama dengan label rekaman demajors. Format piringan hitam ini mengajak pendengar untuk kembali menyelami perjalanan bunyi album dari awal hingga akhir, dengan nuansa yang lebih mendalam dan otentik.
Album ini menghadirkan sejumlah nomor yang hingga kini menjadi bagian penting dari katalog The Trees & The Wild, seperti “Saija”, “Zaman, Zaman”, dan “Empati Tamako”. Keseluruhan materi memperlihatkan pendekatan musikal yang tidak hanya bertumpu pada struktur lagu, tetapi juga atmosfer, tekstur, dan perjalanan bunyi.
Dari sisi produksi, album ini mendapatkan sentuhan mastering dari Bo Korden, seorang engineer yang telah banyak menangani rilisan musik elektronik, termasuk karya dari Caribou, Moderat, dan Ryuichi Sakamoto. Proses tersebut memperkuat karakter sonik Zaman, Zaman yang kaya akan lapisan dan detail.
Remedy, frontman The Trees & The Wild, menyampaikan rasa bahagianya atas pencapaian ini. “Kami sangat senang akhirnya album Zaman, Zaman dapat hadir dalam format fisik melalui rilisan piringan hitam. Sebuah pencapaian yang sangat berarti bagi kami, terlebih karena proses ini dapat terwujud melalui kolaborasi dengan demajors,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Sejak awal proses penggarapan album, format piringan hitam sudah menjadi salah satu pertimbangan utama dalam merancang musik, artwork, hingga desain cover sleeve. Karena itu, ketika kesempatan untuk bekerja sama dengan demajors hadir, prosesnya terasa sangat lancar dan sejalan dengan visi yang sejak awal kami bangun untuk album ini.”
Remedy juga berharap rilisan ini dapat menghadirkan pengalaman berbeda bagi pendengar. “Semoga rilisan ini dapat memberikan pengalaman yang lebih utuh dan membuat mereka bisa menikmati Zaman, Zaman dengan cara yang lebih mendalam,” tutupnya.
Sepuluh tahun berlalu, “Zaman, Zaman” masih menyimpan cerita untuk didengarkan. Album ini tetap relevan sebagai karya yang berani menembus batas musik populer, menghadirkan atmosfer yang kaya dan penuh eksplorasi.
Vinyl album “Zaman, Zaman” dibanderol dengan harga Rp550.000 dan sudah tersedia melalui website resmi demajors.com. []

