Dalam pemaparannya, Ishaq menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi dan media sosial telah mengubah pola gerakan sosial secara signifikan.
“Gerakan sosial telah bertransformasi. Mahasiswa tetap menjadi agent of change, dan media sosial kini menjadi wadah gerakan yang sangat kuat dan berpengaruh,” ungkapnya.
Narasumber lainnya, dosen Fakultas Hukum Unhas, Muslim Haq, memaparkan pentingnya advokasi sebagai gerakan yang terencana dan memiliki tujuan yang jelas dalam mendorong perubahan sosial.
Menurutnya, advokasi tidak hanya sebatas aksi di lapangan, tetapi juga membutuhkan strategi, pemetaan isu, serta pendekatan yang sistematis agar mampu menghasilkan dampak yang nyata dan berkelanjutan.
Kegiatan ini turut mendapat apresiasi dari Kaprodi Kedokteran Hewan FK Unhas, Prof. Dr. drh. Dwi Kesuma Sari.
Ia menilai Bangku Kastrad Vol. 2 menghadirkan nuansa berbeda dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya karena melibatkan narasumber dari luar program studi.
“Kegiatan ini berbeda dari tahun lalu. Kami berterima kasih atas kehadiran narasumber dari luar program studi sehingga mahasiswa dapat memperoleh wawasan dan perspektif baru,” tuturnya.
Melalui Bangku Kastrad Vol. 2, HIMAKAHA FK Unhas berharap mahasiswa semakin kritis, peduli terhadap isu sosial, serta memiliki kemampuan advokasi yang mumpuni sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menghadapi berbagai tantangan global yang terus berkembang.
Kegiatan ini dipandu oleh dosen Program Studi Kedokteran Hewan Unhas, drh. Muh. Ikhlasul Akmal, yang bertindak sebagai moderator. []

