Jakarta – Industri musik Indonesia kembali mendapat kejutan segar. Musisi muda berbakat Jessy Alexa, yang sebelumnya dikenal publik sebagai Jessica V1rst atau akrab disapa Chika, resmi mengumumkan langkah besarnya untuk berdiri sebagai solois mandiri di bawah naungan Collective Introvrt.
Langkah ini menjadi titik balik penting dalam perjalanan kariernya. Meninggalkan citra idol yang membesarkan namanya, musisi kelahiran Baturaja, 10 Juli 2001 ini memilih jalannya sendiri menuju autentisitas seni.
Kini, Jessy siap menunjukkan totalitasnya, bukan hanya sebagai penampil, tetapi juga sebagai songwriter yang perfeksionis dan peka terhadap detail.
Jessy dikenal dengan kepribadian tenang, sentimental, dan tajam sebagai pengamat. Semua itu ia tuangkan dalam karya-karyanya. Ia menggabungkan narasi teatrikal Broadway, nuansa magis Disney, dengan lirik pop intim yang jujur, terinspirasi dari musisi global seperti Taylor Swift, Olivia Rodrigo, dan NIKI.
Berbicara dalam keterangan tertulisnya, Jessy mengatakan bahwa musik adalah medium penyembuhan.
“Aku ingin musikku menjadi ruang aman bagi orang-orang. Saat mereka mendengarkannya, mereka merasa sedang didekap hangat, ditenangkan, dan ditemani di masa sulit,” ujarnya.
Di balik pembawaannya yang kalem, Jessy menyimpan idealisme kuat di studio rekaman. Bersama Eka Gustiwana, penggagas Collective Introvrt, ia terlibat penuh dalam setiap proses aransemen hingga pemilihan instrumen. Setiap detail dipastikan mendukung kekuatan storytelling yang utuh.
Sebagai langkah awal era barunya, Jessy tengah menyiapkan rangkaian rilisan yang akan bermuara pada sebuah intimate showcase dan album. Pertunjukan ini dikonsepkan sebagai ruang dengar hangat, mendekatkan jarak antara dirinya dengan para pendengar secara personal.
Dengan visi tulus dan idealisme kokoh, Jessy Alexa siap menorehkan babak baru dalam industri musik Indonesia.
Era barunya sebagai solois mandiri bukan hanya tentang musik, tetapi tentang menghadirkan ruang aman, pelukan hangat, dan cerita yang menyentuh hati. []


