Cirebon – Aktivitas penumpang yang terus bergerak setiap hari menjadikan Stasiun Cirebon Prujakan sebagai salah satu titik penting transportasi kereta api di Kota Cirebon. Di tengah perubahan kebutuhan perjalanan masyarakat, stasiun yang telah beroperasi sejak 1897 tersebut terus menjalankan fungsinya dengan mengembangkan fasilitas dan pelayanan bagi pengguna jasa.
Lebih dari sekadar tempat keberangkatan dan kedatangan kereta, Stasiun Cirebon Prujakan kini menjadi bagian dari aktivitas masyarakat dengan latar belakang kebutuhan perjalanan yang beragam. Pekerja, pelajar, mahasiswa, hingga wisatawan memanfaatkan layanan kereta api untuk menjangkau berbagai kota di Pulau Jawa.
Besarnya aktivitas tersebut tercermin dari data pelanggan yang dihimpun PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon. Sepanjang 2024, Stasiun Cirebon Prujakan melayani 793.000 pelanggan, terdiri atas 403.210 penumpang berangkat dan 389.790 penumpang datang.
Pada 2025, jumlah pelanggan tercatat sebanyak 675.796 orang. Sementara selama Januari hingga Oktober 2026, stasiun tersebut telah melayani 570.997 pelanggan, dengan rincian 285.368 penumpang berangkat dan 285.629 penumpang datang.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan Stasiun Cirebon Prujakan memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan transportasi masyarakat. Keberadaannya yang telah melampaui satu abad menjadi bagian dari perjalanan panjang perkeretaapian sekaligus pelayanan publik di wilayah Cirebon.
“Stasiun Cirebon Prujakan bukan hanya menjadi saksi perjalanan panjang sejarah perkeretaapian di Cirebon, tetapi juga terus berkontribusi dalam mendukung mobilitas masyarakat hingga saat ini. Kami melihat nilai sejarah dan fungsi operasional stasiun ini sebagai dua hal yang saling melengkapi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Muhibbuddin.
Untuk menjawab kebutuhan pelanggan, KAI menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung kemudahan selama berada di stasiun. Mulai dari loket pembelian tiket, ruang tunggu, fasilitas pengisian daya perangkat elektronik, layanan face recognition boarding, hingga water station.
Fasilitas pendukung lainnya juga tersedia, seperti musala, pos kesehatan, dan ruang menyusui. KAI turut memperhatikan kebutuhan pelanggan penyandang disabilitas melalui penyediaan guiding block bagi tunanetra, toilet khusus difabel, kursi roda, serta area parkir khusus.
Kelengkapan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan transportasi yang lebih inklusif sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan kebutuhan yang berbeda-beda.
Dari sisi konektivitas, Stasiun Cirebon Prujakan memiliki posisi strategis karena berada pada jalur pertemuan lintasan kereta api dari arah utara dan selatan Pulau Jawa. Stasiun ini melayani perjalanan antarkota menuju sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.
Di luar pelayanan penumpang, aktivitas stasiun juga mencakup dukungan terhadap angkutan barang serta pemanfaatan aset perusahaan. Salah satunya melalui penyediaan ruang bagi pelaku usaha atau tenant untuk menjalankan kegiatan bisnis di lingkungan stasiun.
Muhibbuddin menegaskan, KAI Daop 3 Cirebon berupaya mempertahankan fungsi Stasiun Cirebon Prujakan sebagai bagian dari jaringan transportasi sekaligus menjaga nilai sejarah yang melekat pada bangunan tersebut.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung peran Stasiun Cirebon Prujakan sebagai bagian penting dari konektivitas transportasi kereta api. Tidak hanya memastikan pelayanan kepada pelanggan berjalan dengan baik, tetapi juga menjaga nilai sejarah yang melekat pada stasiun ini. Harapannya, Stasiun Cirebon Prujakan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari perjalanan perkeretaapian Indonesia pada masa mendatang,” tutup Muhibbuddin.
Diketahui, Stasiun Cirebon Prujakan memiliki sejarah panjang sejak masih bernama Stasiun Cheribon SCS. Stasiun yang dibangun oleh perusahaan kereta api swasta Semarang-Cheribon Stroomtram Maatschappij (SCS) sejak 1895 itu resmi beroperasi pada 1 Mei 1897 untuk melayani perjalanan kereta api yang menghubungkan Semarang dan Cirebon.


