Jakarta – Dinamika kehidupan kerap kali membawa seseorang keluar dari jalur tujuan awal yang telah ditetapkan. Realitas benturan antara ekspektasi masa kecil dan kenyataan hidup dewasa inilah yang diangkat oleh grup musik LINTAS! melalui karya terbarunya yang diberi tajuk “Hanyut”.
Judul tersebut dipilih sebagai representasi yang tepat untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang terbawa dan terjebak oleh keadaan, di mana rencana-rencana besar masa lalu bergeser secara perlahan akibat arus kehidupan.
Pada fase awal kehidupan, setiap individu lazimnya memiliki berbagai macam cita-cita, mulai dari profesi seperti pilot, dokter, insinyur, hingga berbagai impian besar lainnya. Namun, seiring bertambahnya usia, realitas seringkali menghadirkan arah yang berbeda dari apa yang dibayangkan sebelumnya.
Alih-alih melakukan perlawanan untuk keluar dari situasi tersebut, tidak sedikit individu yang akhirnya bersikap pasrah dan membiarkan diri mereka terbawa arus, hingga kesempatan untuk mengubah keadaan menjadi semakin terbatas.
Kondisi psikologis tersebut terangkum dengan jelas dalam penggalan lirik pada bagian chorus lagu ini:
“Hanyut kembali, arus terlalu deras.
Ingin arungi, lawanku terlalu keras.”
Melalui lirik tersebut, lagu ini memotret betapa beratnya perjuangan seseorang saat dihadapkan pada realitas yang berada di luar kendali mereka.
Lebih dari sebuah karya musikal, “Hanyut” dihadirkan sebagai sebuah bentuk refleksi universal yang mewakili pengalaman banyak orang—individu-individu yang tetap dituntut untuk membawa kebahagiaan di tengah situasi hidup yang tidak lagi sejalan dengan keinginan awal.
Single terbaru dari LINTAS! yang berjudul “Hanyut” kini telah resmi dirilis dan dapat dinikmati melalui berbagai platform streaming digital yang tersedia. []

