Menkeu Bilang Pendapatan Negara Tembus Rp574,9 T per Maret 2026

Jakarta – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, melaporkan realisasi pendapatan negara hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp574,9 triliun. Angka ini tumbuh 10,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Capaian tersebut setara dengan 18,2 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang ditetapkan sebesar Rp3,15 kuadriliun.

Menurut Purbaya, peningkatan pendapatan negara didorong oleh kinerja penerimaan pajak yang kuat sepanjang triwulan I 2026. Ia menyebut tren penerimaan pajak menunjukkan pertumbuhan yang konsisten sejak awal tahun.

Secara rinci, penerimaan perpajakan mencapai Rp462,7 triliun atau tumbuh 14,3 persen yoy. Angka tersebut terdiri dari penerimaan pajak sebesar Rp394,8 triliun dan kepabeanan serta cukai sebesar Rp67,9 triliun.

“Ini mencerminkan perbaikan aktivitas ekonomi serta semakin efektifnya implementasi Coretax,” ujar Purbaya, Senin, 6 April 2026.

Ia menjelaskan, Pajak Penghasilan (PPh) Badan tercatat Rp43,3 triliun (naik 5,4 persen), sementara PPh Orang Pribadi dan PPh 21 mencapai Rp61,3 triliun (naik 15,8 persen). Adapun PPh Final, PPh 22, dan PPh 26 terkumpul Rp76,7 triliun atau meningkat 5,1 persen.

Sementara itu, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mencatat lonjakan signifikan menjadi Rp155,6 triliun atau naik 57,7 persen yoy.

“Pertumbuhan PPN dan PPnBM menunjukkan aktivitas ekonomi yang jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” jelasnya.

Di sisi lain, penerimaan dari kepabeanan dan cukai tercatat Rp67,9 triliun atau turun 12,6 persen yoy. Penurunan ini dipengaruhi oleh turunnya penerimaan cukai sebesar Rp51 triliun serta bea keluar Rp5,4 triliun. Sementara bea masuk masih tumbuh tipis 0,9 persen menjadi Rp11,5 triliun.

Purbaya menjelaskan, penurunan cukai disebabkan oleh turunnya produksi pada akhir 2025 serta pemanfaatan fasilitas penundaan pembayaran cukai.

Selain dari perpajakan, pendapatan negara juga ditopang oleh Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp112,1 triliun serta hibah sebesar Rp100 miliar.

Pemerintah menilai capaian ini menjadi indikator positif bahwa kondisi ekonomi nasional mulai menunjukkan perbaikan di awal 2026.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Masih Syuting, Sunil Samtani Ungkap Jadwal Tayang Film Pengabdi Setan 2: Communion

Jakarta - Produser Rapi Films, Sunil Samtani, membeberkan jadwal...

Jokowi Ungkap Alasan Pilih Lampung Jadi Tujuan Safari Politik Perdana Bersama PSI

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkap alasan...

BAKUMSU: Ada 20 Dugaan Pelanggaran HAM di Sumut Selama Mei 2026

Perhimpunan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Sumatera Utara...

Konvensi ILO Nomor 193 Disahkan, Pekerja Platform Digital di Indonesia Dapat Perlindungan Lebih Kuat

Jakarta - Kecemasan jutaan pekerja platform digital terkait status...

Teriakan Pekerja Laundry Gagalkan Aksi Curanmor di Medan, Pelaku Sempat Jatuh Saat Kabur

Keberanian seorang pekerja laundry menggagalkan aksi pencurian sepeda...

Jadwal Lengkap Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Babak 32 besar Piala Dunia 2026 siap dimulai....

Ditlantas Polda Sulbar Bantu Warga dan Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas

Mamuju, OPSI.ID - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi...

Maling Tembaga Penangkal Petir Menara PLN Mamuju, Tiga Pelaku Diciduk Polisi

Mamuju, OPSI.ID - Tim Resmob Jatanras Direktorat Reserse Kriminal...

Berita Terbaru

Popular Categories