Erling Haaland Lahir di Inggris, Dibesarkan Norwegia

Norwegia, Opsi.id – Untuk pertama kalinya sejak 1998, Norwegia kembali tampil di Piala Dunia.

Di balik keberhasilan itu berdiri satu sosok yang selama bertahun-tahun memikul harapan sebuah bangsa: Erling Braut Haaland.

Ketika Norwegia terakhir kali tampil di panggung sepak bola terbesar dunia pada Piala Dunia Prancis 1998, Haaland bahkan belum lahir.

Ia baru lahir dua tahun kemudian di Leeds, Inggris, saat ayahnya, Alf-Inge Haaland, masih berkarier di Liga Inggris.

Kini, 28 tahun setelah penampilan terakhir Norwegia di Piala Dunia, Haaland menjadi simbol kebangkitan sepak bola negara berpenduduk hanya sekitar 5,5 juta jiwa tersebut.

Perjalanan Haaland menuju puncak dunia dimulai ketika keluarganya kembali ke Norwegia pada 2003 setelah sang ayah pensiun akibat cedera.

Mereka menetap di Bryne, kota kecil di wilayah Rogaland yang kemudian menjadi tempat tumbuhnya salah satu penyerang paling menakutkan di dunia.

Baca juga: Haaland Sabet Sepatu Emas Premier League untuk Ketiga Kalinya

Bakat Haaland terdeteksi sejak usia muda. Ia berkembang pesat di akademi Bryne sebelum direkrut Molde pada 2017.

Di klub itulah kemampuannya diasah oleh pelatih yang juga legenda sepak bola Norwegia, Ole Gunnar Solskjaer.

Karier Haaland kemudian melesat. Dari Red Bull Salzburg di Austria, Borussia Dortmund di Jerman, hingga akhirnya bergabung dengan Manchester City pada 2022.

Bersama klub Inggris tersebut, ia meraih hampir seluruh gelar bergengsi yang tersedia di level klub.

Namun ada satu mimpi yang belum terwujud: membawa Norwegia kembali ke Piala Dunia.

Menolak Inggris Demi Norwegia

Lahir di Leeds membuat Haaland sebenarnya berhak membela Inggris. Namun sejak awal, pilihannya tidak pernah berubah.

Mantan pelatih Inggris, Gareth Southgate, bahkan pernah mengakui bahwa Haaland sangat jelas mengenai negara yang ingin dibelanya.

Bagi Haaland, Norwegia bukan sekadar tempat tinggal. Negara itu adalah identitasnya.

Ia kerap kembali ke kampung halamannya di Bryne, memiliki sejumlah properti di Norwegia.

Bahkan pernah mengungkapkan keinginannya untuk mengelola peternakan setelah pensiun dari sepak bola.

Kecintaannya terhadap akar budaya Norwegia juga terlihat dari nama “Braut” yang tertera di punggung jersey tim nasionalnya.

Braut merupakan nama keluarga ibunya, tradisi yang cukup umum dalam budaya Norwegia.

“Haaland sangat bangga menjadi orang Norwegia. Ia tahu persis dari mana dirinya berasal,” kata jurnalis sepak bola Norwegia Andreas Korssund.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Ahok Jawab Desas-desus Jadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara di Kaltim

Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja...

Grup Band PERAUKERTAS Comeback dengan Single Retrowave Joki Cinta

Jakarta - Grup band PERAUKERTAS resmi memperkenalkan single terbaru...

Tiara Andini Comeback Lewat Ballad Tulang dan Nadi

Jakarta - Setelah menutup era album Edelweiss dan showcase...

CFD Semarakkan HUT ke-81 RI, Wali Kota Wesly Ajak Warga Rawat Semangat Kemerdekaan

PEMATANGSIANTAR, Opsi.id  – Suasana kawasan Lapangan Adam Malik, Kota...

Polisi dan Damkar Padamkan Api yang Membakar Lahan Seluas 2 Hektare di Maros

Maros, OPSI.ID - Kebakaran lahan warga terjadi di Dusun...

Bambang Harimurti Beri Peringatan Keras di DPR: Jangan Sampai RUU Perampasan Aset Jadi Senjata Politik

JAKARTA, Opsi.id  – Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset...

Gila! Kue Pernikahan Ini Beratnya 500 Kg, Dibuat 4 Bulan dengan 33.000 Kelopak

JAKARTA, Opsi.id  — Sebuah kue pernikahan raksasa karya pastry...

Monetisasi YouTube Makin Sulit, Syarat Jam Tayang Naik Jadi 8.000 Jam

JAKARTA, Opsi.id  — YouTube memperketat syarat monetisasi bagi kreator...

Berita Terbaru

Popular Categories