Mamuju, OPSI.ID – Persimaju Mamuju harus puas berbagi poin dengan Unaaha FC setelah bermain imbang 1-1 pada lanjutan Grup G Liga 4 Piala Presiden 2026, Selasa, 2 Juni 2026.
Unaaha FC berhasil membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-6 melalui gol Rian Hidayat.
Gol tersebut berawal dari situasi sepak pojok yang mampu dimanfaatkan dengan baik sehingga mengubah skor menjadi 1-0 untuk wakil Sulawesi Tenggara tersebut.
Tertinggal satu gol, Persimaju langsung meningkatkan intensitas serangan. Upaya itu membuahkan hasil pada menit ke-16 melalui Ryan Egy.
Pemain bernomor punggung 9 tersebut sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah memanfaatkan bola muntah dari kiper Unaaha FC yang sebelumnya menepis tendangan bebas dari luar kotak penalti.
Pertandingan berlangsung sengit sepanjang babak pertama. Namun, Laskar Macoa mendapat pukulan menjelang turun minum setelah Muh Fitra Ramadhan menerima kartu kuning kedua dari wasit.
Pemain bernomor punggung 14 itu harus meninggalkan lapangan lebih cepat, membuat Persimaju terpaksa melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
Meski kalah jumlah pemain, Persimaju mampu mempertahankan skor imbang hingga babak pertama berakhir. Kedudukan 1-1 bertahan sampai jeda pertandingan.
Pada babak kedua, kedua tim tampil agresif untuk mencari gol kemenangan. Unaaha FC berupaya memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, sementara Persimaju bermain disiplin dalam bertahan dan mengandalkan serangan balik.
Beberapa peluang berhasil diciptakan kedua kesebelasan, namun tidak ada yang mampu dikonversi menjadi gol.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tetap bertahan.
Hasil tersebut membuat Persimaju dan Unaaha FC harus puas berbagi satu poin dalam persaingan Grup G Liga 4 Piala Presiden 2026.
Pelatih Persimaju, Muhammad Irfan Rahman, mengaku kecewa dengan hasil pertandingan meski timnya mampu meraih satu poin saat bermain dengan 10 pemain.
“Secara hasil, meskipun kami bermain dengan 10 pemain, saya sangat kecewa. Apalagi dengan kepemimpinan wasit. Ada dua bola yang seharusnya tidak offside tetapi justru diputuskan offside. Sangat jelas berat sebelah,” ujar Irfan Rahman usai pertandingan.
Ia berharap, pada laga selanjutnya, perangkat pertandingan dapat memimpin laga secara netral agar seluruh tim memperoleh perlakuan yang adil.
“Harapannya, wasit yang memimpin pertandingan harus netral. Kasihan tim-tim dari daerah jika dipaksa bermain di bawah tekanan keputusan wasit,” katanya.
Meski demikian, Irfan meminta para pemain tetap fokus menghadapi laga berikutnya demi menjaga peluang lolos ke babak 32 besar.
“Bagi pemain, tetap fokus menatap pertandingan selanjutnya untuk mengunci tiket ke babak 32 besar. Insya Allah kami optimistis bisa meraih tiga poin,” tutur Irfan.
Pada pertandingan berikutnya, Persimaju dijadwalkan menghadapi Persipegaf pada Jumat, 5 Juni mendatang. []
Penulis: Eka Musriang


