Progres Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Bundaran HI-Kota Capai 62,68 Persen, Telan Investasi Rp25,3 Triliun

Jakarta – Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo mengatakan perkembangan pembangunan Fase 2A Lintas Utara-Selatan yang menghubungkan Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Kota, pembangunannya telah mencapai 62,68 persen dari target 61,92 persen. Proyek ini menelan biaya investasi sebesar Rp25,3 triliun.

“MRT Jakarta menargetkan penyelesaian segmen satu Bundaran HI—Monas pada akhir 2027 dan segmen dua hingga Kota pada akhir 2029. Kemajuan signifikan pun terlihat pada setiap paket kontrak konstruksi,” kata Rendy Primartantyo dikutip dari keterangan resmi pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Rendy menjelaskan, pada paket kontrak CP201, pembangunannya telah mencapai 93,90 persen dari target 93,89 persen. Di Stasiun Thamrin, tim konstruksi sudah memasuki tahap pekerjaan seperti reinstatement area pejalan kaki di sekitar lokasi stasiun, pembangunan kembali halte bus BRT Transjakarta, instalasi mechanical, electrical, plumbing (MEP), pekerjaan atap, dan finishing entre 5, 7, dan 8.

“Di Stasiun Monas, tim konstruksi terus menyelesaikan pekerjaan interior dan akses entre 2, reinstatement boks stasiun sisi utara, hingga tahap uji penerimaan sistem (system acceptance test) dan partial acceptance test. MRT Jakarta menargetkan penyelesaian dan operasional segmen ini pada akhir 2027 mendatang,” ucapnya menjelaskan.

Menurut dia, kemajuan signifikan juga terjadi di paket kontrak CP202. Paket kontrak yang mencakup pembangunan terowongan dan stasiun Harmoni, Sawah Besar, serta Mangga Besar ini telah mencapai 68,00 persen.

Rendy melanjutkan, paket kontrak yang menjadi salah satu milestone konstruksi sipil di Indonesia dengan terowongan dan stasiun bertingkat empat di bawah tanah ini terus mempercepat penyelesaiannya.

“Per Juli 2026, mesin bor terowongan 1 telah menembus sisi selatan Stasiun Mangga Besar. Momen ini menjadikan terowongan arah utara dari Bundaran HI hingga Kota telah terhubungkan,” katanya.

Di sisi bersamaan pada paket kontrak CP203, perkembangannya telah mencapai 86,85 persen dengan pekerjaan di Stasiun Kota dan Glodok seperti instalasi pipa, kabel, plastering dan pengecatan serta pemasangan panel ACP dinding, hingga pekerjaan arsitektural lainnya masih terus dilakukan.

“MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan penyelesaian dan operasional pada akhir 2029 mendatang,” katanya.

Kemudian, di luar pekerjaan sipil terowongan dan stasiun, paket kotrak CP205 juga menunjukkan perkembangan signifikan dengan 52,45 persen dari target 44,96 persen.

Per 25 Juli, pengecoran rel di terowongan arah utara dan selatan segmen Bundaran HI—Thamrin telah selesai dikerjakan, termasuk area peron stasiun Thamrin.

“Tim konstruksi sedang meneruskan pengecoran menuju Stasiun Monas. Hingga saat ini, pengecoran second track bed telah mencapai 3.465 track meter. Sedangkan paket kontrak CP206 rolling stock, telah memasuki tahap technical design dan paket kontrak CP207 automatic fare collection persiapan commencement dengan Hitachi Sumitomo Consortium sebagai pelaksana proyek,” ujarnya.

Adapun Fase 2A lintas Utara-Selatan akan menghubungkan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta hingga Kota sepanjang sekitar 5,8 kilometer dan terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah yaitu Stasiun Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.

Fase 2A tersebut dibagi menjadi dua segmen, yaitu segmen satu Bundaran HI—Harmoni yang ditargetkan selesai pada 2027, dan segmen dua Harmoni—Kota yang ditargetkan selesai pada 2029.

“Fase ini dibangun dengan biaya sekitar Rp25,3 triliun melalui dana pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang. Sedangkan Fase 2B yang rencananya melanjutkan dari Kota sampai dengan Depo Ancol Barat masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study),” ujarnya.

Rendy menambahkan, Fase 2A dibangun sekaligus dengan mengembangkan kawasan stasiun dengan konsep kawasan berorientasi transit-oriented development (TOD) yang terintegrasi dengan moda transportasi publik lainnya.

“Pembangunan dengan konsep ini tidak hanya menyiapkan infrastruktur stasiun MRT Jakarta saja, namun juga kawasan sebagai paduan antara fungsi transit dan manusia, kegiatan, bangunan, dan ruang publik yang akan mengoptimalkan akses terhadap transportasi publik sehingga dapat menunjang daya angkut penumpang,” kata Rendy Primartantyo. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Aksi Prajurit TNI di Makassar Bagi-bagi Masker Gratis ke Warga

MAKASSAR – Jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 1408/Makassar turun...

Dosen ITPLN Suroso Isnandar Jadi Dirut Baru PLN, Ini Harapan Kampus

Jakarta – Rektor Institut Teknologi PLN (ITPLN) Prof. Dr....

Mentas di Hari Pertama Synchronize Fest 2026, The Changcuters Singgung Karhutla

Jakarta - Panggung festival musik kerap kali menjadi ruang...

9 Gitaris Legendaris Tanah Air Jadi Pembuka Konser Guns N’ Roses 2026

Jakarta - Sebuah pencapaian monumental dan gagasan revolusioner kembali...

Baru Naik Panggung, Afgan Sukses Bikin Penonton Synchronize Fest 2026 Koor Massal

Jakarta - Panggung festival musik berskala besar sering kali...

Grup Duo Narangga Lepas Single Kau dan Aku

Jakarta - Menavigasi berbagai fase kehidupan yang penuh dengan...

Single Terbaru Memilih Diam dari Mahatva Resmi Dirilis

Jakarta - Di tengah ritme kehidupan modern yang kerap...

Berita Terbaru

Popular Categories