News Senin, 04 Juli 2022 | 21:07

Menteri PPPA Dorong Kemajuan Kebudayaan Indonesia di Kancah Dunia Melalui Kebaya

Lihat Foto Menteri PPPA Dorong Kemajuan Kebudayaan Indonesia di Kancah Dunia Melalui Kebaya Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga. (Foto: Humas Kementerian PPPA)

Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengajak perempuan Indonesia untuk bersama-sama mendorong kemajuan kebudayaan Indonesia di kancah dunia melalui Kebaya.

Bintang mengungkapkan, hal ini merupakan salah satu kekuatan perempuan untuk membangun kebudayaan dan meningkatkan jati diri bangsa Indonesia.

"Perempuan Indonesia menggunakan kebaya hampir di semua kesempatan, baik acara resmi, acara adat dan budaya maupun kegiatan sosial sehari-hari. Kebaya adalah pakaian yang pantas dipakai untuk segala kesempatan, maka saya melihat bahwa sesungguhnya busana nasional Kebaya adalah kekuatan kita, kaum perempuan Indonesia, untuk mempertinggi perannya dalam membangun kebudayaan bangsa dan memuliakan jati diri bangsa," kata Menteri PPPA dalam acara Parade Kebaya "Kelana Busana Berbudaya" di Semarang, pada Sabtu, 2 Juli 2022.

Mengutip keterangan tertulisnya, Senin, 4 Juli 2022, dia mengajak perempuan Indonesia untuk dapat saling bahu membahu, bergotong royong, dan bersolidaritas untuk mendukung dan melestarikan Kebaya dalam rangka mendorong kemajuan kebudayaan Indonesia di kancah peradaban dunia.

Dia kemudian menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada penggagas acara ini, yaitu pemerintah Kota Semarang, Kebaya Foundation dan lainnya, karena telah turut mendukung, memperkuat dan ikut meyakinkan perempuan Indonesia untuk bersama-sama menumbuhkan kebanggaan pada buatan Indonesia.

"Besar harapan saya, agar seluruh perempuan yang hadir dalam acara ini dapat bersama-sama terus mempertahankan kebudayaan dan kearifan lokal, melalui serangkaian proses yang akan membawa manfaat bagi pelestarian dan pembentukan ekosistem budaya salah satunya adalah kebaya," ujarnya.

Pada kesempatan ini, turut hadir Walikota Semarang, Hendrar Prihadi yang menyampaikan bahwa pada abad ke 18-19, kebaya telah dipakai oleh semua wanita di Indonesia, kemudian Bung Karno pada era kemerdekaan mencanangkan kebaya sebagai baju nasional Indonesia.

Oleh karena itu, Hendrar mengajak para perempuan Indonesia untuk dapat kembali mengagungkan dan melestarikan warisan budaya bangsa Indonesia, yaitu busana Kebaya.

Ketua Tim Nasional Kebaya, Lana T. Koencoro menyampaikan bahwa Parade Kebaya ini bertujuan untuk menyosialisasikan penggunaan kebaya sebagai warisan budaya Indonesia.

"Kebaya merupakan warisan bangsa. Sebagai pewaris, sudah selayaknya kita semua wajib bekerja sama ikut mempertahankan dan melestarikan kebaya, di mana visi tim nasional adalah memberdayakan perempuan dalam meningkatkan jati diri budaya bangsa melalui kebaya," tutur Lana.

Adapun kegiatan Parade Kebaya ini dihadiri dan didukung oleh berbagai komunitas dan juga pegiat budaya, pekerja seni, perwakilan pelajar, organisasi perempuan dan tokoh masyarakat yang juga akan menandatangani surat dukungan pengajuan Hari Kebaya Nasional menuju UNESCO.

"Selanjutnya, kegiatan serupa juga akan dilakukan dan akan diikuti oleh berbagai daerah lainnya yang tentunya akan disesuaikan dengan kearifan lokal setempat. Penetapan Hari Kebaya Nasional akan diajukan oleh tim nasional kepada pemerintah sebagai upaya pelestarian kebaya. Untuk itu, berbagai langkah persiapan terus dilakukan seperti mengajak sebanyak mungkin komunitas untuk ikut bergabung," ucap Lana.[]

Berita Terkait

Berita terbaru lainnya