Pilihan Senin, 04 Juli 2022 | 21:07

Paling Eksotis di Asia, Sunrise Puncak Sikunir Desa Sembungan Wonosobo

Lihat Foto Paling Eksotis di Asia, Sunrise Puncak Sikunir Desa Sembungan Wonosobo Sunrise atau matahari terbit di Desa Sembungan, Wonosobo, Jawa Tengah. (Foto: Ist)
Editor: Tigor Munte

Wonosobo - Desa Sembungan adalah desa wisata tertinggi di Pulau Jawa. Sepanjang jalan untuk tiba di objek wisata ini, wisatawan disuguhkan panorama alam hamparan sawah berundak-undak.

Berlatar bukit hijau dan dibalut dengan sejuknya udara pegunungan, lantaran berada pada ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Eksotisme bentangan alam lainnya yang bisa dinikmati adalah Puncak Sikunir. Menawarkan keindahan pemandangan matahari terbit (sunrise). Bahkan disebut sunrise di Puncak Sikunir terbaik di Asia. 

Untuk bisa menikmati sunrise, wisatawan dapat mengunjungi Puncak Sikunir pada musim kemarau, karena cuacanya cenderung lebih cerah dan tidak berkabut. 

Menuju Puncak Sikunir, wisatawan disuguhi pemandangan alam lainnya, yaitu Telaga Cebong. 

Diberi mama cebong karena bentuknya menyerupai bayi katak. Telaga ini dulunya bekas kawah purba seluas 18 hektare, akan tetapi seiring waktu kawah tersebut mati atau menyempit dan tersisa sekitar 12 hektare.

Di desa wisata ini juga punya daya tarik wisata alam air terjun, yaitu air terjun Sikarim. Aliran air terjun Sikarim ternyata berasal dari Telaga Kecebong.

Selain wisata alam, Desa Wisata Sembungan memiliki daya tarik budaya. Di sana ada Tari Angguk. 

Baca juga:

Ini Daftar 50 Desa Wisata Terbaik di Indonesia

Sebuah tari tradisional kerakyatan yang tumbuh secara turun-temurun dalam lingkungan masyarakat. Disebut angguk karena gerakan tariannya sering menggunakan anggukan kepala.

Desa Sembungan di Wonosobo. (Foto: Kemenparekraf)

Kemudian ada ruwatan rambut gimbal. Upacara pemotongan cukur rambut pada anak-anak berambut gimbal, untuk membersihkan dari hal-hal buruk. Ritual ruwatan ini biasanya diadakan pada tanggal satu sesuai kalender Jawa suro. 

Produk ekonomi kreatif pun tersedia. Untuk kuliner ada makanan khas carica, terong belanda, dan purwaceng. 

Sementara untuk fesyen ada topi, syal rajut, batik, hingga kaus. Lalu kriya gantungan kunci, kerajinan kayu, dan bambu.

Kelengkapan amenitas di desa ini pun terbilang cukup baik. Terdapat toilet, warung makan, kamping, dan juga homestay. Untuk biaya sewa homestay per kamar antara Rp 250.000 sampai Rp 400.000.

Tak heran, Desa Wisata Sembungan di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, bisa masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (AWDI) Tahun 2022. [Kemenparekraf]



Berita Terkait

Berita terbaru lainnya