Gianyar – Pemerintah membuat program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai peningkatan kualitas SDM masyarakat dengan memberikan penguatan gizi seimbang ke masyarakat. Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) mengadakan sosialisasi program MBG ini dengan tujuan memberikan edukasi ke masyarakat mengenai pentingnya mengkonsumsi asupan gizi sejak dini.
Kegiatan sosialisasi program MBG kali ini bertempat di Banjar Calo Desa Adat Pupuan, Kec. Tegallalang, Kab. Gianyar, pada Minggu, (8/2). Acara sosialisasi program MBG di Gianyar ini dihadiri langsung oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Tutik Kusuma Wardhani dan ratusan peserta sosialisasi yang merupakan warga sekitar.
Dalam kesempatannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Tutik Kusuma Wardhani, memaparkan tujuan dari pelaksanaan sosialisasi program makan bergizi gratis di Desa Adat Pupuan. Kebijakan baru ini merupakan program yang strategis nasional dan penuh manfaat untuk masyarakat khususnya bagi masa depan generasi muda.
”Kita semua menyadari bahwa gizi merupakan faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak dan menjaga kualitas kesehatan masyarakat. Data menunjukkan bahwa kekurangan gizi, seperti stunting dan malnutrisi masih menjadi tantangan besar yang dihadapi bangsa ini”. ucap Tutik Kusuma Wardhani.
Tutik Kusuma juga mengajak masyarakat untuk bergabung menjadi mitra kerja dalam program Makan Bergizi Gratis. Program yang sangat besar ini juga harus mendapat perhatian dan pengawasan dari masyarakat agar berjalan efektif.
“Jangan takut program ini berhenti di tengah jalan, tidak akan terjadi seperti itu. karena dibutuhkan masyarakat dan Negara untuk menuju indonesia emas 2045. Maka dari itu kita harus menyiapkan Sumber Daya Manusia yang hebat salah satunya dengan memberikan asupan gizi seimbang.” jelasnya.
Program MBG terbagi menjadi dua kategori yakni peserta didik dan peserta non didik. Peserta Didik diantaranya mulai dari Paud, TK, SD, SMP, SMA/SMK dan peserta non didik diantaranya seperti ibu hamil, ibu menyusui dan balita.
Yang paling terpenting untuk program ini adalah pembenahan bukan untuk dibatalkan programnya. “Kita tau untuk dampak positifnya yang sangat signifikan untuk masyarakat seperti meningkatkan kesehatan. Tujuannya bagaimana anak-anak meningkat kesehatannya, kecerdasannya, tidak ada stunting. Dan juga pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tutup Tutik. []