Lombok Utara – Pemerintah terus berupaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat salah satunya dengan memberikan asupan gizi yang tepat sejak dini. Asupan gizi yang tepat akan meningkatkan tumbuh kembang dan kualitas SDM dimasa depan. Untuk itu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok terus gencar dilakukan untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Badan Gizi Nasional menggelar sosialisasi di Kantor Desa Sokong, Kec. Tanjung, Lombok Utara pada Selasa, (3/2). Sosialisasi program MBG di Desa Sokong dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Muazzim Akbar, Camat Tanjung, Kab Lombok Utara, Masjudin Ashari, dan Tenaga Ahli Deputi Bidang Promosi dan Kerjasama Badan Gizi Nasional, Teguh Supangardi.
Anggota Komisi IX DPR RI, Muazzim Akbar menyampaikan pentingnya program MBG dalam melahirkan generasi berkualitas dimasa depan. MBG merupakan program yang diinisiasi langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap masyarakat yang masih terbatas kebutuhan gizinya.
“Pemimpin kita, Presiden Prabowo menjadikan MBG sebagai program prioritas bukan karena tujuan politis, tetapi benar-benar ikhlas untuk menciptakan negara yang kuat, berdaulat, sejahtera, dan terpandang di mata internasional. Dan semua itu dimulai dari peningkatan kualitas manusia, yang harus dimulai dari peningkatan kualitas kecerdasan anak bangsa,” ujar Muazzim Akbar.
Menurut Muazzim, struktur otak manusia bisa dipengaruhi oleh kebiasaan makanan yang dikonsumsi dalam kesehariannya. Prabowo Subianto sangat memahami itu, dan karena itulah MBG menjadi program prioritas yang menjadi alasan kuat untuk mensejahterakan jutaan rakyat Indonesia.
“Tujuan besar dari Program Makan Bergizi Gratis dari Badan Gizi Nasional yakni untuk meningkatkan gizi masyarakat Indonesia secara umum, dan secara khusus anak sekolah, ibu hamil, dan menyusui, dalam rangka menuju visi Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Indonesia Emas 2045 tidak akan bisa terwujud jika kecerdasan anak bangsa tidak terwujud. Untuk melahirkan anak-anak bangsa yang cerdas dibutuhkan pemenuhan gizi yang seimbang saat usia sekolah. Berpikir yang cerdas itu membutuhkan fisik yang kuat, dan tubuh yang sehat, hal itu sangat bergantung pada asupan gizi yang diberikan sejak kecil.
Disisi lain, MBG juga membawa pengaruh terhadap peningkatan ekonomi masyarakat lokal yang berperan aktif. Karena bahan-bahan yang dipakai harus memanfaatkan bahan-bahan sekitar, seperti sayur-mayur, buah-buahan, ikan, daging, ayam, dan bahan-bahan lainnya harus didapat dari masyarakat sekitar.
Dengan demikian, ketahanan pangan dan pemerataan akses gizi sangat penting agar anak-anak bangsa bisa mendapatkan makanan bergizi tanpa sekat status ekonomi. Hal tersebut dari dulu hingga kini akan sangat berpengaruh terhadap kecerdasan siswa, jika orang tua miskin maka gizi anak kurang. Ketimpangan seperti itulah yang tidak diinginkan oleh Presiden Prabowo. []