Single Terbaru Memilih Diam dari Mahatva Resmi Dirilis

Jakarta – Di tengah ritme kehidupan modern yang kerap menuntut eksistensi instan dan jawaban cepat, refleksi diri sering kali menjadi kebutuhan psikologis yang terabaikan.

Memahami kompleksitas fase tersebut, musisi Mahatva secara resmi memperkenalkan karya terbarunya yang sarat makna kontemplatif bertajuk “Memilih Diam”, dengan menggandeng Rahel Budiono sebagai kolaborator vokal.

Dirilis pada 1 September 2026, karya ini memotret narasi mendalam tentang proses pendewasaan, pergulatan batin, introspeksi, kesepian, hingga keberanian untuk menerima realitas diri secara utuh tanpa pretensi.

Inisiasi penciptaan lagu “Memilih Diam” berakar dari pengalaman empiris Mahatva ketika menghadapi fase transisi pendewasaan pada tahun 2023.

Pada periode tersebut, ia melakukan evaluasi komprehensif terhadap perjalanan hidupnya, yang berujung pada kesadaran bahwa perbaikan kualitas diri tidak selalu menuntut perubahan eksternal yang masif.

Sebaliknya, titik tolak transformasi justru sering kali bermula dari kesadaran untuk menghentikan laju rutinitas dan menoleh ke dalam diri.

“Memilih Diam bukan berarti menyerah atau menghilang. Ada kalanya kita memang perlu diam untuk lebih jujur mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi di dalam diri kita,” jelas Mahatva.

Melalui lirik yang tertata secara puitis, Mahatva menerjemahkan kompleksitas emosi tersebut ke dalam sebuah medium musikal yang mengajak audiens untuk mengakui keterbatasan, memahami dinamika batin, serta berdamai dengan ketidakpastian bahwa tidak seluruh persoalan hidup menuntut jawaban segera.

Keterlibatan Rahel Budiono dalam proyek ini memberikan dimensi artistik yang memperkuat fondasi emosional lagu.

Karakter vokal Rahel yang khas berpadu harmonis dengan aransemen yang diusung Mahatva, mentransformasikan narasi personal ini menjadi sebuah pengalaman estetis yang dapat dirasakan secara universal oleh para pendengar.

Melalui perilisan “Memilih Diam”, Mahatva tidak bermaksud membatasi interpretasi pendengar pada satu batasan konseptual tertentu. Sebaliknya, karya ini dihadirkan sebagai ruang terbuka bagi siapa saja yang ingin meresapi keheningan.

Sebab, dalam proses menepi dari hiruk-pikuk pencarian jawaban luar, manusia sering kali menemukan kembali esensi kejujuran pada diri sendiri. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Sering Tidur Setelah Tengah Malam? Ini Dampaknya bagi Kesehatan

Jakarta, Opsi.id – Kebiasaan tidur setelah tengah malam kerap...

PSI Sumut Jadi Rumah untuk Wong Cilik, Buruh, dan Pedagang Pasar

MEDAN, Opsi.id – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) optimistis mampu...

Antrean SPBU di Bali dan Jatim, Bahlil Ungkap Masalah Distribusi BBM

Jakarta, OPSI.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral...

RI Terancam Standalone Market, BEI Bakal Koordinasi dengan OJK Perkuat Pasar Modal

Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan meminta klarifikasi...

Diberhentikan dari Jabatan Bupati Gowa, Sitti Husniah: Tidak ada Upaya, Lebih Fokus ke Keluarga

Gowa, OPSI.ID - Mantan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang,...

Guns N’ Roses Bakal Hentikan Tur Global Usai Manggung di Jakarta 2026

Jakarta - Kabar mengejutkan sekaligus membahagiakan datang bagi para...

Sikap Apolitis James Hetfield Metallica Tuai Kritik Tajam dari Roger Waters

Jakarta - Pernyataan terbuka dari vokalis sekaligus gitaris band...

Dana Rp113 Triliun untuk Ketahanan Pangan, Mengapa Cabai Masih Rp132 Ribu?

*Opini: Achmad Nur Hidayat, Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik...

Berita Terbaru

Popular Categories