Jakarta – Industri musik tanah air kembali kedatangan karya bernuansa intim dan reflektif. Tepat di hari ulang tahunnya pada 20 Oktober 2026, musisi muda berbakat Muhammad Ivan Rezky Heri, yang mengusung proyek musik Vanri, secara resmi meluncurkan single terbarunya yang berjudul “Berlayar, Adinda”.
Perilisan karya ini tidak hanya menjadi penanda bertambahnya usia bagi sang musisi, tetapi juga berfungsi sebagai tonggak personal yang krusial untuk memasuki fase baru dalam perjalanan kreatifnya.
Secara tematik, “Berlayar, Adinda” mengangkat kisah universal mengenai fase transisi dalam hidup. Lagu ini menyoroti momen ketika seseorang dihadapkan pada kenyataan pahit: harus meninggalkan sesuatu atau seseorang yang pernah sangat berarti, namun tetap memilih untuk melangkah maju meski masa depan belum sepenuhnya terang.
Vanri, melalui karyanya, berupaya mengubah perspektif masyarakat terhadap sebuah perpisahan. Alih-alih memandang akhir hubungan sebagai sebuah titik henti yang menyedihkan, lagu ini merayakannya sebagai lembaran awal dari sebuah petualangan baru.
“Berlayar, Adinda bercerita tentang momen ketika seseorang harus meninggalkan sesuatu yang pernah berarti baginya dan memilih untuk tetap melangkah, meski belum tahu apa yang menanti di depan,” ujar Vanri menjelaskan esensi dari karya terbarunya.
Bagi Vanri sendiri, peluncuran lagu ini di hari kelahirannya merefleksikan kesiapan mental untuk menyongsong babak hidup yang belum terpetakan. Ia tidak datang dengan semua jawaban yang sudah tersedia, melainkan dengan keberanian untuk memulai pelayaran.
Dari segi aransemen, “Berlayar, Adinda” menawarkan pengalaman mendengar yang kaya. Vanri berhasil memadukan pendekatan penulisan lirik yang sangat intim dan personal dengan balutan aransemen musik yang terasa luas serta penuh dinamika gerak.
Kontras antara kesederhanaan lirik dan kemegahan instrumen ini sengaja dihadirkan untuk merepresentasikan dua emosi yang kerap berkecamuk secara bersamaan di dalam dada seseorang saat memutuskan untuk pergi: rasa kehilangan yang mendalam atas masa lalu, berdampingan dengan antusiasme menggebu terhadap segala kemungkinan baru yang belum terjamah.
Melalui lagu ini, Vanri berharap para pendengarnya dapat merefleksikan kisah hidup masing-masing. Baik itu mereka yang pernah ditinggalkan, sedang belajar melepaskan sesuatu, ataupun individu yang tengah bersiap memulai perjalanan baru di tengah ketidakpastian.
Dalam menggarap karya terbarunya ini, Vanri tidak berjalan sendirian. Ia bertindak langsung sebagai produser bersama Marsel Putra, memastikan setiap detail suara dan emosi tersampaikan dengan autentik.
Proses produksi juga diperkuat oleh keterlibatan sejumlah musisi profesional untuk mempertajam kualitas musikalitasnya, yakni Rendi Kopay yang mengisi lini instrumen Bass, serta Gavendri yang mengambil peran ganda sebagai Vocal Director sekaligus pengisi Vokal Latar yang mempermanis harmonisasi lagu. []

