Tak Tahan Dingin di Pengungsian, Warga Reok Pilih Kembali ke Rumah Meski Masih Trauma Gempa

Manggarai, OPSI.ID – Sejumlah warga di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih dibayangi rasa takut dan trauma mendalam akibat ancaman gempa bumi susulan.

Meski demikian, sebagian dari mereka mulai memberanikan diri kembali ke rumah masing-masing lantaran kondisi di lokasi pengungsian yang dinilai makin tidak kondusif.

Salah seorang warga Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok, Adi Setiawan, mengaku terpaksa memboyong keluarganya meninggalkan tempat pengungsian.

Cuaca dingin yang ekstrem di tenda darurat menjadi alasan utama ia membulatkan tekad untuk kembali ke rumah, terutama demi keselamatan dan kesehatan anaknya yang masih bayi.

“Kondisi terakhir biasa, kami masih trauma karena masih ada gempa susulan walaupun skalanya kecil. Tapi ini saya memberanikan diri untuk pulang, soalnya di tempat pengungsian dingin sekali. Kebetulan ada anak bayi, jadi kasihan kalau terus-terusan kedinginan,” ujar Adi saat dihubungi via telepon, Senin (24/8/2026).

Terkait penanganan kesehatan, Adi menyampaikan bahwa penanganan medis di lokasi bencana sejauh ini berjalan relatif baik.

Sejumlah tenaga medis dan dokter spesialis dari wilayah perkotaan telah disiagakan di berbagai titik penampungan warga.

“Kalau obat-obatan ya alhamdulillah, di posko utama ada dokter, di pondok pengungsian juga ada. Ada beberapa dokter dari kota yang datang langsung untuk memeriksa kesehatan masyarakat di sini,” lanjutnya.

Namun, kendala utama yang dirasakan warga saat ini adalah ketersediaan bahan pokok dan logistik harian.

Menurut Adi, stok makanan yang bervariasi sangat minim, sehingga warga terpaksa mengonsumsi makanan instan secara terus-menerus selama kurun waktu satu hingga dua bulan terakhir.

“Kebutuhan yang paling urgent saat ini adalah makanan, bahan pokok, beras, mi telur, serta susu dan pampers untuk bayi. Rata-rata masyarakat di sini sudah 1 sampai 2 bulan ini makan mi telur terus,” beber Adi.

Melihat kondisi tersebut, warga berharap Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat dapat segera menyalurkan bantuan logistik pangan yang lebih layak dan bergizi.

Selain bantuan fisik, warga juga mendesak adanya program pemulihan trauma (trauma healing) secara berkala, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu-ibu dan anak-anak agar psikologis mereka dapat segera pulih. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Jelang Lawan PSM Makassar, Pelatih Arema FC Akui Juku Eja Lebih Kuat

Parepare, OPSI.ID - Arema FC membidik hasil positif saat...

PSM Makassar Pantang Gagal Lagi, Darije Kalezic Bidik Kemenangan atas Arema FC

Parepare, OPSI.ID - PSM Makassar membidik kemenangan saat menjamu...

Polda Metro Jaya Ungkap Aliran Dana untuk Kerahkan Massa dalam Kericuhan Jakarta

Jakarta, OPSI.ID - Polda Metro Jaya mengungkap adanya dugaan...

Yura Yunita Angkat Tema Keberanian di Single Pertiwi

Jakarta – Penyanyi kenamaan Indonesia, Yura Yunita, kembali menghadirkan...

Terik Matahari Tak Menghalangi Personel Polres Maros Kawal Antrian Pengisian BBM

Maros, OPSI.ID - Terik matahari tak menyurutkan semangat personel...

Gubernur Sulsel Soroti Nozzle Tak Beroperasi saat Sidak SPBU di Makassar

Makassar, OPSI.ID - Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman...

Bedah Antrean BBM Makassar, Pakar ITB Nobel Ungkap Solusinya

Makassar, OPSI.ID - Fenomena antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan...

ITPLN Bakal Kembangkan Kampus Terpadu, Rektor: Asah Terus Kreativitas

‎Jakarta - Rektor Institut Teknologi PLN (ITPLN) Prof. Dr....

Berita Terbaru

Popular Categories