The Brandals Rilis Album Penuh ke-6 Bertajuk Oposisi

Jakarta – Grup band rock independen The Brandals siap meluncurkan album terbaru mereka bertajuk “Oposisi” pada 30 September 2026. Album ke-6 ini menjadi tonggak penting perjalanan band yang telah berdiri sejak 2001, sekaligus menegaskan konsistensi mereka sebagai salah satu unit rock paling berpengaruh di Indonesia.

Sejak September 2025, The Brandals telah merilis sejumlah single seperti “Jari Kasar”, “Di Pinggir Marjin”, “Langit Biru”, dan “Ke Timur”. Menjelang perilisan album, mereka juga memperkenalkan single “1948” pada 15 September 2026.

Lagu ini mengangkat tragedi Nakba, peristiwa di mana lebih dari 750.000 rakyat Palestina terusir dari tanah mereka akibat ekspansi Zionis Israel. Lagu “1948” tidak hanya menyoroti tragedi kemanusiaan tersebut, tetapi juga menyulut semangat pembebasan.

Album “Oposisi” digarap dengan aransemen post-punk hasil kolaborasi bersama produser Jonathan Mono dan Jonathan Pardede. Keduanya dikenal dengan latar belakang musik elektronik, sehingga membawa palet baru ke dalam eksplorasi musik The Brandals.

Proses rekaman yang dimulai sejak September 2024 berlangsung produktif, penuh tarik ulur kreatif antara band dan produser.

“Kami selalu mencari rute yang jarang dilalui musisi lain, mengambil risiko bereksperimen, namun tetap menjaga DNA kami sebagai band rock independen,” ucap personel The Brandals dalam pernyataan resmi.

Inspirasi album ini banyak dipengaruhi oleh musik dekade 80–90an, ketika rock, hip-hop, dan elektronik mulai saling berpenetrasi. Nama-nama seperti Chic & Nile Rogers, INXS, Tears for Fears, Blondie, The Clash, Bauhaus, hingga The Stone Roses dan Happy Mondays menjadi referensi penting dalam proses kreatif album ini.

Formasi The Brandals sempat berubah setelah kepergian gitaris Tony Dwi Setiaji (2021) dan drummer Firman Zaenudin (2023). Namun, kehadiran drummer muda Ghani Noorputrawan sejak awal 2025 memberikan energi baru yang segar. Gebukan solidnya menjadi suntikan vital dalam rekaman album “Oposisi”.

Secara tematik, judul “Oposisi” dipilih sebagai pernyataan sikap yang jelas terhadap kondisi sosial-politik Indonesia. Band menyoroti absennya komponen oposisi dalam pemerintahan, sehingga album ini diharapkan menjadi corong suara mayoritas warga sipil yang ingin menyampaikan protes atas kebijakan negara.

“Album ini adalah representasi kelas pekerja, tempat kami berpijak, yang setiap hari berjuang di tengah kerasnya kota urban,” ujar vokalis Eka Annash.

Pesan tersebut tercermin dalam lagu “Di Pinggir Marjin” yang menjadi balada pekerja urban, “Jari Kasar” hasil kolaborasi dengan duo punk elektro Sukatani dari Purbalingga, serta “Ke Timur” yang menampilkan rap lirik Eka Annash tentang kondisi dalam negeri.

Lagu “Langit Biru” menghadirkan narasi reflektif tentang kehancuran alam, sementara “Midnight, Dharmawangsa Parking Lot” menyuguhkan momen introspektif.

Dengan album “Oposisi”, The Brandals semakin mengukuhkan diri sebagai band rock independen garda depan yang tetap relevan meski telah berkarier selama 25 tahun.

Identitas mereka sebagai band pembawa pesan sosial dan politik tetap dijaga, bertransformasi dari band urakan pemberontak menjadi oposisi sipil yang dewasa, berani, dan tajam. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

BP Tapera Evaluasi Penyaluran KPR FLPP, Percepat Pembiayaan Rumah Subsidi MBR

Jakarta – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera)...

SIMAKDIALOG Rilis Album Fisik 1995 Bareng Demajors

Jakarta - Kolektif musik jazz kontemporer legendaris, SIMAKDIALOG, kembali...

Peringatan 100 Tahun Inspirasi Generasi Penyiar – Tribute to Sambas Mangundikarta Digelar di Jakarta

Jakarta - Sejarah panjang dunia penyiaran dan jurnalistik Indonesia...

Petrokimia Gresik Libatkan 26 Karyawan dalam Pemberdayaan Warga Gowa

Gowa, OPSI.ID - Sebanyak 26 karyawan PT Petrokimia Gresik...

Wali Sampaikan Doa untuk Korban Karhutla dan Rakyat Palestina di Synchronize Fest 2026

Jakarta - Perhelatan festival musik tahunan Synchronize Fest 2026...

Indro Warkop Kenang Dono dan Kasino di Synchronize Fest 2026

Jakarta - Panggung seni dan hiburan tanah air kembali...

Berita Terbaru

Popular Categories