Jakarta – Kuartet nu-gaze asal Singapura, Awful Things, resmi memperkenalkan babak pertama dari debut EP mereka melalui single berjudul “Indigo”. Dirilis pada 18 September 2026, karya ini menjadi pembuka dari narasi tiga bagian yang akan hadir secara berkesinambungan melalui musik dan seni visual.
Bagi Awful Things, setiap rilisan bukan sekadar lagu, melainkan bagian dari pengalaman yang lebih besar. “Indigo”, bersama dua single berikutnya “First Light” dan “Lost Peaks”, akan membentuk perjalanan emosional yang berkesinambungan menuju debut EP berisi lima lagu.
Pada intinya, “Indigo” mengeksplorasi isu kesehatan mental bukan sebagai topik klinis, melainkan sebagai pengalaman manusia yang mendalam. Lagu ini menavigasi kesedihan, kecemasan, trauma, proses penyembuhan, hingga momen-momen harapan yang muncul setelah kegelapan.
Alih-alih menawarkan jawaban, Awful Things mengajak pendengar untuk duduk bersama emosi yang tidak nyaman dan menemukan makna pribadi di dalamnya.
Dalam pernyataan resmi, band menyampaikan: “Hidup bergerak lebih cepat daripada yang kita sadari. Kami tidak ingin menghabiskan hidup dengan berpura-pura menjadi sesuatu yang bukan diri kami. Awful Things ada karena kami ingin menulis musik yang selalu kami rindukan untuk didengar: lagu-lagu jujur yang tetap melekat lama setelah selesai. Jika seseorang menemukan bagian dari dirinya dalam lagu-lagu ini, maka itu sudah lebih dari yang pernah kami harapkan”.
Secara musikal, Awful Things memadukan tekstur shoegaze yang luas, dentuman rock alternatif, serta penulisan lagu yang sinematis. Inspirasi mereka datang dari nama-nama besar seperti Slowdive, Thornhill, Thrice, dan From Indian Lakes.
Hasilnya adalah musik yang terasa sama visualnya dengan emosinya, bergerak antara keindahan rapuh dan katarsis yang menghanyutkan.
Proses produksi “Indigo” dilakukan bersama musisi asal Australia, Callan Orr (Dream On, Dreamer), dan dirilis melalui label independen asal Indonesia, Polarity Records. Kolaborasi lintas negara ini menegaskan komitmen Awful Things untuk menjadi bagian dari jaringan alternatif independen di Asia Tenggara.
Video musik “Indigo” digarap oleh kreator asal Singapura, Lepsy Bahru, yang memperluas narasi lagu ke ranah visual. Pendekatan ini menciptakan bahasa sinematis yang akan terus berlanjut sepanjang perilisan EP, menghadirkan dunia imersif di mana keindahan dan beratnya emosi berjalan berdampingan.
Bagi Awful Things, bekerja sama dengan Polarity Records bukan hanya soal distribusi, melainkan juga kesempatan untuk berkontribusi pada jaringan musik alternatif independen di Asia Tenggara. Proyek ini mencerminkan keyakinan bahwa musik paling menarik di kawasan ini lahir dari komunitas yang bekerja lintas batas negara.
Dengan dimulainya babak pertama pada 18 September 2026, Awful Things mengundang pendengar untuk masuk ke dalam dunia imersif yang mereka bangun—sebuah ruang di mana kerentanan dan kekuatan, keindahan dan kegetiran, hadir berdampingan. []

