Jembatan Citatang di Cianjur Amblas, Akses Mobilitas Warga Terganggu

Jakarta – Jembatan Citatang, penghubung jalan kabupaten di kampung Cigombong, Desa Padasuka, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, amblas karena tergerus derasnya aliran sungai yang mengalir di bawahnya.

Peristiwa itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Kamis, 17 Februari 2022 pukul 15.50 WIB.

Laporan visual dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, terpantau pondasi penyangga jembatan mengalami kerusakan dan sebagian lenyap karena tergerus oleh derasnya aliran sungai yang bercampur lumpur.

Kendati tidak menimbulkan jatuhnya korban jiwa, namun akses mobilitas masyarakat menjadi terganggu.

BPBD Kabupaten Cianjur telah melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk pemerintah desa setempat.

BPBD Kabupaten Cianjur dibantu warga setempat bergotong-royong membuat jembatan darurat dari bambu sebagai penghubung akses sementara.

Baca juga: Polisi Tangkap Pria Jual 4 Wanita Sukabumi Seharga Rp 80 Juta di Papua

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca yang menyatakan bahwa Kabupaten Cianjur berpotensi mengalami hujan dan dapat disertai petir serta angin kencang antara siang hingga malam hari, terhitung sejak Jumat, 18 Februari 2022 hingga Sabtu, 19 Februari 2022.

Selain Kabupaten Cianjur, BMKG juga menyebutkan wilayah lain di Provinsi Jawa Barat yang juga berpotensi mengalami kondisi yang serupa.

Adapun rincian wilayah tersebut menurut BMKG meliputi; Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten dan Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Sumedang.

Menyikapi adanya informasi peringatan dini dan prakiraan cuaca dari BMKG, maka BNPB mengimbau kepada seluruh pemangku kebijakan di masing-masing wilayah tersebut agar mengambil upaya mitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Aston Villa Buka Peluang Enam Wakil Premier League di Liga Champions

Jakarta, Opsi.id - Keberhasilan Aston Villa menjuarai UEFA Europa...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Eks Kader PDIP Maluku Bergabung ke PSI, Siap Perkuat Pembangunan Indonesia Timur 

AMBON, Opsi.id – Mantan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)...

PSI Ungkap Alasan Jokowi Pilih Lampung, NTT, dan Jawa Barat untuk Safari Politik

JAKARTA, Opsi.id  – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengungkap alasan...

Jennifer Lopez Kembali dengan Kisah Cinta Baru, Office Romance Tayang 5 Juni

JAKARTA, Opsi.id  – Platform streaming Netflix kembali menghadirkan film...

Dino Patti Djalal Minta Prabowo Kurangi Kunjungan Luar Negeri

JAKARTA, Opsi.id  – Diplomat senior Indonesia, Dino Patti Djalal,...

Daftar Skuad Piala Dunia 2026 Mulai Bermunculan, Grup B Ini Selengkapnya 

JAKARTA, Opsi.id  – Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026 pada...

Ancelotti Tak Menyesal Panggil Neymar yang Cedera 

RIO DE JANEIRO, Opsi.id – Pelatih Timnas Brasil, Carlo...

Lagu Indonesia Timur Makin Mendominasi Spotify, Dosen UPRI Ungkap Rahasianya

Makassar, OPSI.ID - Kehadiran platform musik digital seperti Spotify...

Mohamed Salah Pimpin Skuad Mesir untuk Piala Dunia 2026

KAIRO, Opsi.id  – Tim Nasional Mesir resmi mengumumkan daftar...

Pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih di Nisel Terkendala, Kades Belum Teken Dokumen

NIAS SELATAN, Opsi.id  – Rencana pembangunan Gedung Koperasi Merah...

Berita Terbaru

Popular Categories