Jakarta – Grup musik Pendarra kembali menghadirkan karya terbaru mereka melalui maxi single berjudul Semburat, sebuah rilisan yang menjadi kelanjutan dari album sebelumnya Ode Matahari.
Jika Ode Matahari adalah perjalanan penuh cobaan, kemenangan, mendaki dan menaklukkan, maka Semburat adalah fase duduk sejenak setelah semua itu. Ia bukan perayaan, bukan pula ratapan, melainkan sebuah penerimaan yang tenang.
Pendarra menggambarkan momen ini seperti garis tipis di langit ketika cahaya belum sepenuhnya datang dan gelap belum sepenuhnya pergi. Momen yang tidak berisik, tidak dramatis, hanya hadir pelan namun pasti, dan itulah yang menjadi ruh dari rilisan terbaru mereka.
Dalam proses kreatifnya, Pendarra menggandeng Petra Sihombing sebagai produser. Bersama Petra, Semburat diarahkan menuju lanskap sonik yang lebih subtil dan intim. Produksi yang dihadirkan memberi ruang pada tiap nada untuk bernapas, dan pada tiap emosi untuk hadir tanpa tergesa.
Pendekatan ini memperkuat karakter reflektif yang menjadi inti dari rilisan. Pendarra tidak berbicara dengan suara lantang, mereka memilih meredam volume. Emosi dalam rilisan ini terasa lebih ditahan, lebih hening, seolah memberi ruang bagi pendengar untuk ikut bernapas di antaranya.
Tema yang mengalir adalah ketenangan, bukan karena badai telah tiada, tetapi karena tak ada lagi kebutuhan untuk melawan angin.
Maxi single ini terdiri dari tiga lagu, yakni Tentang Mimpi Berupa Pelangi, Jemari Bunga yang menghadirkan Reda Gaudiamo dan Jerash Malibu, serta Sepenuh Hati bersama Nostress.
Ketiga lagu ini tidak dibingkai dalam alur linear. Melainkan tumbuh dari pengalaman-pengalaman yang saling bersambung seperti hidup itu sendiri, yang baru terasa utuh ketika dikenang.
Maxi single Semburat milik Pendarra akan tersedia di seluruh platform musik digital, memungkinkan pendengar dari berbagai belahan dunia untuk merasakan perjalanan emosional yang ditawarkan. []

