Cirebon – Gangguan operasional yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta, berdampak luas terhadap perjalanan kereta api, termasuk di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon. Pihak KAI menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang timbul akibat insiden tersebut.
KAI memastikan bahwa upaya penanganan di lokasi terus dilakukan secara intensif, dengan fokus utama pada proses evakuasi penumpang dan awak kereta, serta penanganan korban. Keselamatan seluruh pihak menjadi prioritas dalam setiap langkah yang diambil petugas di lapangan.
Manager Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menyampaikan bahwa pihaknya memahami kekhawatiran yang dirasakan pelanggan dan keluarga yang menunggu kabar.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini petugas masih melakukan proses evakuasi di lapangan dengan tetap mengutamakan keselamatan semua pihak,” ujarnya.
Dalam kejadian tersebut, seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Namun, berdasarkan data sementara hingga pukul 02.00 WIB, tercatat empat orang meninggal dunia dan 79 lainnya mengalami luka-luka. Para korban telah dibawa ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Muhibbuddin menegaskan, koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan guna mempercepat proses penanganan serta memastikan informasi terbaru dapat segera disampaikan kepada masyarakat.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memantau kondisi terkini di lapangan, sekaligus memberikan pembaruan informasi kepada pelanggan secara berkala,” katanya.
Akibat insiden tersebut, sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh terpaksa dibatalkan.
KA yang dibatalkan pada 27 April 2026 malam:
- KA Gunungjati (Gambir – Cirebon)
- KA Argo Muria (Gambir – Semarang Tawang)
- KA Mataram (Pasar Senen – Solo Balapan)
- KA Gumarang (Pasar Senen – Surabaya Pasarturi)
- KA Singasari (Pasar Senen – Blitar)
- KA Jayabaya (Pasar Senen – Malang)
- KA Manahan (Gambir – Solo Balapan)
- KA Progo (Pasar Senen – Lempuyangan)
- KA Anjasmoro (Gambir – Surabaya Pasarturi)
- KA Tawangjaya Premium (Pasar Senen – Semarang Tawang)
KA yang dibatalkan pada 28 April 2026:
- KA Gunungjati (Cirebon – Gambir)
- KA Purwojaya (Cilacap – Gambir)
- KA Purwojaya (Gambir – Cilacap)
- KA Madiun Jaya (Madiun – Pasar Senen)
- KA Argo Sindoro (Semarang Tawang – Gambir)
- KA Mataram (Solo Balapan – Pasar Senen)
- KA Gumarang (Surabaya Pasarturi – Pasar Senen)
- KA Singasari (Blitar – Pasar Senen)
- KA Jayabaya (Malang – Pasar Senen)
- KA Manahan (Solo Balapan – Gambir)
- KA Progo (Lempuyangan – Pasar Senen)
- KA Anjasmoro (Surabaya Pasarturi – Gambir)
- KA Menoreh (Semarang Tawang – Pasar Senen)
Selain pembatalan, dampak lain juga dirasakan pada operasional kereta di wilayah Daop 3 Cirebon. Sedikitnya enam perjalanan kereta dengan tujuan Jakarta mengalami antrean dan keterlambatan berkisar antara 10 hingga 30 menit.
KAI Daop 3 Cirebon menyatakan akan terus menyampaikan perkembangan terbaru terkait penanganan insiden serta operasional perjalanan kereta kepada publik secara berkala. []


