Jakarta – Insiden dugaan anggota dewan yang menerobos jalur Transjakarta dan bersitegang dengan anggota polisi di kawasan Traffic Light (TL) Pesing, Jakarta Barat pada Jumat, 3 Juli 2026 lalu, berakhir dengan kesepakatan damai. Kedua belah pihak telah bertemu dan saling memaafkan.
Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas (Wakasatlantas) Polres Metro Jakarta Barat, AKP Muhammad Ilham mengatakan persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan setelah pihak yang diduga anggota dewan menunjukkan iktikad baik dengan menemui langsung anggota yang bertugas.
”Oh, yang anggota dewan dari PDI Perjuangan (PDIP), pak Kenneth. Sudah ditangani, tadi ada Transjakarta juga. Terus laporan dari anggota, itu sudah damai, saling memaafkan karena situasinya juga,” ujar AKP Ilham saat dikonfirmasi, Senin, 6 Juli 2026.
Meski demikian, AKP Ilham menegaskan penanganan internal masih terus berjalan. Pihaknya masih menunggu arahan pimpinan setelah laporan disampaikan kepada Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya.
”Kita masih menunggu petunjuk pimpinan. Pak Kasat masih melaporkan kepada Bapak Dirlantas, sehingga keputusan selanjutnya menunggu arahan beliau. Tapi yang jelas tadi, dia sudah ada itikad baik dari pak Kenneth ketemu langsung dengan anggota kami sore tadi,” ujar dia.
Berdasarkan laporan kronologis yang diterima kepolisian, peristiwa terjadi sekitar pukul 17.45 WIB saat arus lalu lintas di kawasan TL Pesing sedang padat. Saat itu personel Satlantas bersama anggota TNI melakukan pengaturan lalu lintas dan menutup sementara jalur Transjakarta menggunakan water barrier sebagai bagian dari rekayasa lalu lintas.
Seorang pengendara mobil yang belakangan mengaku sebagai anggota dewan diduga meminta petugas membuka pembatas agar dapat melintas di jalur busway. Namun, permintaan tersebut ditolak karena jalur sedang ditutup.
Menurut laporan, pengendara kemudian diduga menerobos pembatas dan terlibat adu mulut dengan anggota polisi yang berjaga. Setelah sempat meninggalkan lokasi, pengendara kembali mendatangi petugas hingga cekcok kembali terjadi.
Situasi sempat memanas setelah pengendara diduga mengeluarkan sejumlah ucapan bernada kasar dan menantang anggota polisi. Personel TNI bersama anggota patroli kemudian turun tangan untuk melerai agar keributan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.
AKP Ilham membenarkan bahwa berdasarkan laporan awal, pengendara memang berupaya memasuki jalur Transjakarta meski telah diarahkan menggunakan lajur lain.
”Dari laporan tadi anggota, tadi betul memang seperti itu. Beliau hendak masuk ke jalur busway, padahal sudah diarahkan petugas, tetapi tetap nggak mau, malah memaksa, jadi diterabas ,” ungkapnya.
Terpisah, Ketua Badan Kehormatan DPRD DKI Jakarta, Yudha Permana mengaku akan menelusuri anggota DPRD DKI Jakarta yang menerobos jalur busway dan memaki petugas kepolisian. Diakuinya, insiden tersebut melibatkan pengendara yang mengaku Anggota DRPD DKI Jakarta.
”Ada foto oknum yang mengaku anggota dewan. Saya Lakukan investigasi dulu ya. Terimakasih infonya,” tutur Yudha.
Hingga berita ini terpublikasi, belum ada keterangan resmi dari Kenneth yang diduga sebagai anggota DPRD DKI terkait insiden tersebut. Polisi juga masih menunggu hasil evaluasi dan keputusan pimpinan mengenai tindak lanjut atas peristiwa tersebut. []


