Kegetiran Penumpang Transjabodetabek di Bekasi: Setahun Tanpa Halte, Biasa Kehujanan dan Kepanasan

Jakarta – Sudah setahun ini Ega Febriana, 26 tahun, memanfaatkan betul keberadaan bus Transjabodetabek rute B41 (Cawang Sentral-Vida Bekasi). Dirinya bekerja sebagai akunting di salah satu perusahaan swasta di Jakarta dan bermukim di wilayah Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat.

‎Dalam kurun waktu tersebut, ibu satu anak itu mengaku sudah kerap diterpa hujan dan panas terik kapanpun. Musababnya, di dua titik pemberhentian Transjabodetabek B41, yakni Simpang Cipendawa dan Komsen, Bekasi, belum terbangun halte bus.

‎Ia berujar, keberadaan bus Transjabodetabek dari Jakarta ke Bekasi sangat membantu. Terlebih, biaya angkutan massal itu terjangkau, hingga saat ini masih Rp3.500, disubsidi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

‎Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dinilainya cuek bebek, lantaran tak mau membangun sarana halte di titik pemberhentian Transjabodetabek yang ia maksudkan.

‎Dengan demikian, bukan dirinya saja yang diturunkan oleh Transjabodetabek di lokasi yang tepat di atasnya menjuntai kabel semrawut.

‎Menurut Ega, Pemkot Bekasi bisa saja membangun halte Transjabodetabek. Dalam konteks ini, ia mendorong harus ada support penuh dari pemerintah melalui pembangunan sarana dan prasarana berupa halte, agar konektivitas angkutan massal di wilayah aglomerasi semakin baik.

‎Jika melihat sarana Halte Transjakarta di ibu kota, Ega mengaku merasa aman dan nyaman. Sebab, kondisinya sudah beratap rapi, terdapat tempat duduk, toilet, dan banyak kamera pengawas, sehingga dapat meminimalisir tindak kriminal yang tak diinginkan. Juga, kata dia, di kala hujan turun ataupun panas matahari tengah menyengat, dirinya tidak terlalu terimbas.

‎”Kalau di Bekasi sih parah banget, jauh dari Jakarta ya, yang memang sudah ada halte, rapi gitu. Bekasi sih boro-boro, ini sudah setahun saya turun di jalanan yang enggak ada halte. Kesal banget sama Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, enggak support gitu,” ucap Ega saat diwawancarai, dikutip Senin, 6 Juli 2026.

‎Sementara, Marwan, 45 tahun, menyesalkan Pemkot Bekasi yang dinilainya lamban dalam membangun halte Transjabodetabek.

Bus Transjabodetabek berhenti mengangkut penumpang di Komsen, Bekasi, Jawa Barat. Foto: Morteza Syariati Albanna.

‎Padahal, menurut dia, Pemkot Bekasi sudah mengeruk duit dari Pemerintah Jakarta, semisal dari sektor persampahan.

‎Ia juga mengaku kesal dengan Pemkot Bekasi yang saat ini dipimpin Tri Adhianto, cenderung membangun infrastruktur yang dinilainya belum krusial seperti jembatan lengkung dekat Metropolitan Mall (MM).

‎Ia menegaskan, pembangunan halte Transjabodetabek di wilayah Bekasi, tak kalah penting dari infrastruktur seperti jembatan.

‎Sebab, menurut dia, warga Bekasi pengguna Transjabodetabek jumlahnya semakin bertambah dari waktu ke waktu.

‎”Harus dong, Bekasi sampah dari Jakarta saja diterima dan pasti pemerintahnya bayar kan itu. Masak bangun halte saja tidak bisa,” ujarnya.

‎Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka opsi berbagi beban dengan daerah penyangga dalam pengelolaan Transjabodetabek. Langkah itu muncul setelah sejumlah kepala daerah meminta Pemprov DKI tetap mempertahankan subsidi transportasi lintas wilayah tersebut.

‎Pramono mengatakan salah satu bentuk kontribusi yang dapat dilakukan pemerintah daerah penyangga adalah membenahi infrastruktur halte di wilayah masing-masing.

‎”Ya kalau ada yang ingin membantu, minimal halte-haltenya lah,” kata Pramono di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 11 Juni 2026.

‎Menurut dia, perbaikan dan renovasi halte di luar wilayah DKI Jakarta akan membantu mengurangi beban subsidi yang selama ini ditanggung Pemprov DKI.

‎”Kalau haltenya diperbaiki, direnovasi akan sangat membantu, karena yang memanfaatkan halte-halte yang akan mereka bangun atau mereka perbaiki itu adalah warga di mana tempat itu berada,” ujar Pramono Anung. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Masih Syuting, Sunil Samtani Ungkap Jadwal Tayang Film Pengabdi Setan 2: Communion

Jakarta - Produser Rapi Films, Sunil Samtani, membeberkan jadwal...

Clever Moose Awali Era Arabic Genre Bending Lewat Single Dhabab Dhini

Jakarta - Setelah menempuh perjalanan panjang melintasi berbagai kota...

Ryan Gosling Resmi Diumumkan Sebagai Pemeran Ghost Rider

Jakarta - Ryan Gosling akhirnya resmi diumumkan sebagai pemeran...

Kena Sanksi Privasi, TikTok Didenda Rp126,5 Miliar di Korea Selatan

Jakarta - Otoritas perlindungan data pribadi Korea Selatan kembali...

Kaesang Pangarep Umumkan Maju Pileg 2029 dari Solo, Minta Kader PSI Tetap Solid

SOLO, Opsi.id– Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang...

Gibran Soroti RUU Perampasan Aset, Tegaskan Koruptor Harus Dimiskinkan

Jakarta, Opsi.id  – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyuarakan...

Ibu di Deli Serdang Terkena Tikaman Pisau Usai Lerai Anak Bertengkar

Deli Serdang, Opsi.id – Seorang ibu di Desa Naga...

Febri Diansyah Ungkap Alasan Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah

Jakarta, Opsi.id  – Advokat sekaligus mantan Juru Bicara KPK,...

Perusahaan Rusia Gelar Lomba Minum dari Kloset, Pemenang Bawa Pulang Hadiah Rp20 Juta

Moskow, Opsi.id  – Sebuah perusahaan perlengkapan sanitasi di Stavropol,...

Berita Terbaru

Popular Categories