Jakarta – Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik Zoelkifli mendorong pemerintah kota (Pemkot) Bekasi turut andil dalam membangun sarana dan prasarana halte Transjabodetabek yang laik bagi penumpang.
Diketahui, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) yang melintasi wilayah aglomerasi seperti Bekasi, Tangerang hingga Bogor, sudah mendapat suntikan subsidi sebesar Rp3,75 triliun dari APBD DKI Jakarta Tahun 2026.
Terlebih, lanjut Muhammad Taufik, saat ini tengah ramai digodok penyesuaian tarif Transjakarta sebesar Rp5.000 dan Transjabodetabek sebesar Rp10.000 per perjalanan.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meminta Pemkot Bekasi yang saat ini dipimpin Wali Kota Tri Adhianto Tjahyono untuk turut membangun halte Transjakarta, semisal dari dana APBD.
Menurut dia, dibutuhkan kerja sama lintas Pemerintah Daerah (Pemda) apabila ingin konektivitas antarwilayah aglomerasi menjadi lebih baik ke depannya.
”Kita enggak bisa cuma melihat bahwa naikin Rp10 ribu, tapi kemudian tidak melihat bahwa ini harusnya memang kerja sama dengan pemerintah daerah sekitar. Jadi termasuk tadi, di sana gimana haltenya gitu kan harus standar. Sarana dan prasarananya,” kata Muhammad Taufik saat diwawancarai di Gedung DPRD DKI Jakarta, dikutip Selasa, 7 Juli 2026.

Ia menilai pembiayaan layanan Transjabodetabek sebaiknya tidak sepenuhnya dibebankan kepada penumpang dan Pemprov DKI Jakarta. Pemda di wilayah penyangga juga perlu ikut berbagi beban melalui dukungan anggaran.
”Bagusnya kita berbagi dengan daerah. Karena itu warga mereka juga, sehingga APBD mereka juga harus dipakai,” ujarnya.
Sebagai anggota Pansus CSR DPRD DKI Jakarta, ia berpendapat bahwa pembangunan halte Transjakarta/Transjabodetabek bisa juga menggunakan dana Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) perusahan.
”Makanya tadi untuk CSR gitu ya. Kita juga bukan hanya BUMD nanti nih yang kita minta ya. BUMN juga, perusahaan swasta juga. Jadi ya tadi kalau di luar daerah Jakarta, ya memang nanti kan harus pemerintah daerah sana ya (yang membangun),” kata Muhammad Taufik.
Di sisi bersamaan, ia berpesan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk terus fokus memperbaiki layanan serta sarana dan prasarana Transjakarta, di tengah mimpi DKI-1 untuk menjadikan ibu kota sebagai kota global.
”Untuk Pak Pramono ya bahwa ini transportasi publik termasuk salah satu yang harus didahulukan, untuk membuat sebuah kota menjadi kota global. Global itu transportasi harus beres. Termasuk halte-haltenya,” ujar Muhammad Taufik Zoelkifli. []


