DPRD DKI Rapat Kenaikan Tarif Transjakarta, Aspirasi DTKJ Dikaji Mendalam

Jakarta – Komisi B DPRD DKI Jakarta akan menggelar rapat pada Selasa, 7 Juli 2026 dan Rabu, 8 Juli 2026 pekan ini untuk membahas berbagai isu, termasuk usulan kenaikan tarif Transjakarta dan Transjabodetabek yang sebelumnya telah disampaikan oleh Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ).

‎Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli mengatakan dalam rapat ini, dewan akan mendengarkan berbagai masukan sebelum mengambil sikap terhadap rencana kenaikan tarif Transjakarta yang selama ini disubsidi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

‎Muhammad Taufik mengungkap salah satu poin yang akan digodok ialah terkait usulan DTKJ yang mengajukan tarif Transjakarta dalam kota naik menjadi Rp5.000 per perjalanan, sedangkan layanan Transjabodetabek diusulkan menjadi Rp10.000.

‎Meski demikian, menurut Taufik, usulan tersebut masih memerlukan kajian yang lebih mendalam agar kebijakan yang dihasilkan tetap berpihak kepada masyarakat.

‎”Saya kira harus dikaji ulang lagi,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, dikutip Selasa, 7 Juli 2026.

‎Di sisi bersamaan, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai gagasan DTKJ menyoal pemberlakuan tarif berlangganan Transjakarta sebesar Rp200 ribu per bulan menjadi salah satu opsi yang menarik untuk dibahas.

‎Menurutnya, skema tersebut berpotensi menguntungkan masyarakat yang menggunakan Transjakarta setiap hari.

‎Dengan asumsi pengguna melakukan perjalanan pulang-pergi selama sekitar 25 hari kerja dalam sebulan, maka biaya yang harus dikeluarkan dengan tarif Rp5.000 per perjalanan dapat mencapai sekitar Rp250 ribu per bulan. Karena itu, paket langganan Transjakarta Rp200 ribu dinilai lebih hemat bagi pengguna rutin.

Anggota Komisi B DPRD DKI dari Fraksi PKS sekaligus Anggota Pansus Corporate Social Responsibility (CSR) DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik Zoelkifli (MTZ) saat diwawancarai di Gedung DPRD DKI Jakarta pada Senin, 6 Juli 2026. Foto: Morteza Syariati Albanna.

‎Namun, Muhammad Taufik mengingatkan bahwa skema tersebut belum tentu menguntungkan bagi masyarakat yang hanya menggunakan Transjakarta sesekali.

‎”Kalau yang memang setiap hari pakai Transjakarta tentu berbeda. Tapi kalau yang tidak memakai Transjakarta setiap hari, artinya dia hanya temporer, maka dia akan rugi kalau membeli langganan. Itu juga harus dipikirkan,” katanya.

‎Tak hanya tarif dalam kota, Taufik juga menyoroti usulan tarif Rp10.000 untuk layanan Transjabodetabek. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi membebani masyarakat dari wilayah penyangga seperti Bekasi, Depok, Tangerang, dan Bogor yang setiap hari beraktivitas di Jakarta.

‎Ia menilai pembiayaan layanan Transjabodetabek sebaiknya tidak sepenuhnya dibebankan kepada penumpang. Pemerintah daerah di wilayah penyangga juga perlu ikut berbagi beban melalui dukungan anggaran.

‎”Bagusnya kita berbagi dengan daerah. Karena itu warga mereka juga, sehingga APBD mereka juga harus dipakai,” ujarnya.

‎Taufik mengingatkan, apabila tarif Transjabodetabek ditetapkan terlalu tinggi, masyarakat dikhawatirkan kembali beralih menggunakan kendaraan pribadi.

‎”Kalau tarif langsung Rp10 ribu, kemungkinan orang-orang luar Jakarta akan memilih lagi kendaraan pribadi, baik motor maupun mobil, untuk masuk ke Jakarta. Tarif harus bisa bersaing dengan biaya menggunakan kendaraan pribadi,” ucapnya.

‎Selain itu, Komisi B juga mendorong agar pembahasan tarif dilakukan secara lebih komprehensif dengan mempertimbangkan integrasi antarmoda transportasi, termasuk pengguna yang mengombinasikan perjalanan menggunakan KRL dan Transjakarta.

‎Menurut Taufik, kebijakan tarif sebaiknya tidak hanya disederhanakan menjadi Rp5.000 untuk layanan dalam kota dan Rp10.000 untuk Transjabodetabek, tetapi juga memperhatikan pola perjalanan masyarakat serta kebutuhan pengguna harian maupun pengguna yang hanya sesekali memanfaatkan layanan transportasi publik.

‎Ia berharap seluruh aspirasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam rapat Komisi B sehingga kebijakan tarif Transjakarta yang nantinya diambil tetap mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum tanpa memberatkan pengguna.

‎”Untuk orang yang memang berlangganan seperti apa. Tapi kalau orang yang memang tidak setiap hari harus naik Transjakarta itu juga harus dipikirkan,” kata Muhammad Taufik Zoelkifli. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Harga Minyak Anjlok 7,9%, Negosiasi AS-Iran Jadi Sorotan Pasar

Jakarta, OPSI.ID - Harga minyak mentah dunia mengalami tekanan...

‎Solusi Bangun Indonesia (SMCB) Gelar RUPSLB, Bidik Pasar Semen Domestik dan Ekspor

‎Jakarta - PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) memperkuat...

Album iqro’ Milik Raim Laode Pecahkan Rekor Spotify dan Tembus Tangga Lagu Global

Jakarta - Penyanyi sekaligus penulis lagu berbakat Indonesia, Raim...

M3TIN Rilis Single Berbahasa Indonesia, Kutitipkan pada Hujan

Jakarta - Proyek musik multibahasa asal Istanbul, Türkiye, M3TIN,...

Barsena Bestandhi Rilis Single Coba Lagi, Jadi Soundtrack Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

Jakarta - Musisi asal Bandung, Barsena Bestandhi, resmi meluncurkan...

Pemprov DKI Jakarta – New York University Jajaki Kerja Sama Bidang Pendidikan dan Olahraga

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menandatangani Letter...

JFW 2026, Wagub Rano Karno Yakin Dalam 5 Tahun Jakarta Jadi Kota Sinema

Jakarta — Jakarta Film Week (JFW) 2026 siap digelar...

Jokowi Resmi Jadi Kader PSI, Tunjukkan KTA Saat Rakorda di Bandung

BANDUNG, Opsi.id — Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi)...

Berita Terbaru

Popular Categories