Manipol Persembahkan EP Maximize The Minimum dengan Nuansa Rock

Jakarta – Perjalanan panjang band indie Alternative Rock asal Bekasi, Manipol, akhirnya berbuah manis dengan dirilisnya EP perdana mereka bertajuk “Maximize The Minimum”.

Band yang beranggotakan Martin (Vokal, Guitar), Denny (Bass), dan Agung (Gitar, Back Vocal) ini sebelumnya dikenal dengan nama Mexican Seafood sebelum bergabung dengan Heavy Rain Records pada tahun 2024.

Bersama label yang juga menaungi The Rain dan Private Number, mereka sepakat mengganti nama menjadi Manipol.

Nama Manipol sendiri tercetus secara spontan dari istilah “manifold”, salah satu komponen penting dalam mesin kendaraan bermotor. Martin mengaku memilih nama itu karena terdengar catchy dan mudah diingat.

Sejak saat itu, Manipol terus mengembangkan identitas musik mereka dengan nuansa Alternative Rock yang kental, dipengaruhi oleh era 90-an, Grunge, dan Rock klasik.

Setelah merilis tiga single sebelumnya, “Alasan Kosong”, “Agitasi”, dan “Hukum Alam”, Manipol sempat mengalami keraguan dan break sejenak pada 2025. Namun tekad mereka untuk merampungkan mini album kembali menguat.

“EP ini tentang memaksimalkan segala bentuk kekurangan. Kami yakin bisa melewati keterbatasan dan menciptakan karya apapun caranya. Intinya kami memaksimalkan segala keminimalisan,” jelas Martin, sang vokalis sekaligus penulis seluruh lagu.

Album ini berisi enam lagu, termasuk tiga materi baru. “Cara Dia” menyoroti keserakahan orang-orang berkuasa, “Mati Aja Lo” menghadirkan kolaborasi dengan Ipul Bahri dari The Rain dengan sound gitar megah dan pesan tentang kekuatan diri, sementara “Terbuai Ekspektasi” mengingatkan pendengar agar tidak terjebak dalam harapan palsu.

Lagu-lagu lama seperti “Alasan Kosong”, “Agitasi”, dan “Hukum Alam” tetap menjadi bagian penting dari EP ini, memperlihatkan konsistensi Manipol dalam menghadirkan musik yang keras, emosional, dan penuh karakter.

Denny menegaskan bahwa semangat Manipol adalah tetap yakin dan berjuang bersama. “Selagi masih bersenang-senang di musik, gas terus ajah,” katanya.

Sementara Agung menambahkan bahwa keterbatasan dana dan waktu sempat menjadi hambatan, namun akhirnya mereka berhasil memilih materi yang tepat untuk dirilis.

Martin menutup dengan rasa bangga atas rampungnya mini album ini. “Kami berharap karya-karya Manipol akan selalu punya tempat di hati dan kuping pendengar musik Indonesia.”

EP “Maximize The Minimum” kini sudah tersedia di seluruh digital music platform dan dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Manipol. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Masih Syuting, Sunil Samtani Ungkap Jadwal Tayang Film Pengabdi Setan 2: Communion

Jakarta - Produser Rapi Films, Sunil Samtani, membeberkan jadwal...

Prabowo Genjot Motor Listrik Nasional, Istana: Kurangi Ketergantungan BBM Fosil

JAKARTA, OPSI.id – Pemerintah menegaskan komitmennya mempercepat pembangunan industri...

Rekrut Guru PNS Sekolah Nasional Terintegrasi Disiapkan, Kemendikdasmen Utamakan Lulusan S2-S3

JAKARTA, OPSI.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)...

Kursi Gibran Tak Sejajar dengan Prabowo dalam Rapat Kabinet, Ini Penjelasan Istana

JAKARTA, OPSI.ID  – Istana Kepresidenan menegaskan perubahan posisi duduk...

Korban Ledakan Rumah di Medan Bertambah, SAR Temukan Satu Jenazah

MEDAN, Opsi.id  – Tim SAR Gabungan kembali menemukan satu...

Beropini Ancaman Teror, Pecah Kaca Rudin Wabup Deli Serdang Ternyata Akibat Hantaman Batu

Deli Serdang, Opsi.id - Opini ancaman teror yang berkembang...

Berita Terbaru

Popular Categories