Banda Aceh, OPSI.ID – Kegiatan Doa Tolak Bala dan Zikir Akbar yang digelar di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), berakhir ricuh setelah sejumlah massa mengibarkan bendera Bulan Bintang.
Kericuhan tersebut membuat personel TNI menurunkan bendera Bulan Bintang yang sebelumnya dikibarkan di salah satu tiang di halaman Masjid Raya Baiturrahman.
Kapendam Iskandar Muda Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal mengatakan, kegiatan yang diikuti masyarakat dari berbagai kabupaten/kota di Aceh itu pada awalnya berlangsung tertib dan khidmat.
Sejak pagi, ribuan masyarakat telah memadati kawasan masjid untuk mengikuti rangkaian zikir dan doa bersama.
Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk ikhtiar memohon perlindungan, keselamatan, keberkahan, serta kedamaian bagi masyarakat Aceh.
Selain zikir dan doa, acara juga diisi dengan penyampaian pesan-pesan perdamaian oleh sejumlah tokoh agama.
Masyarakat diajak memperkuat keimanan, menjaga persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta bersama-sama mempertahankan keamanan dan ketenteraman di Aceh.
Namun, situasi berubah setelah muncul aksi pengibaran bendera Bulan Bintang oleh sejumlah orang.
“Suasana berubah menjadi ricuh ketika massa terprovokasi dan ada yang mengibarkan bendera Bulan Bintang,” kata Teuku Mustafa Kamal dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).
Menurutnya, aparat TNI dan Polri telah berupaya meredam situasi melalui pendekatan persuasif.
Petugas juga memberikan imbauan agar massa tidak mengibarkan bendera tersebut dan tetap menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Namun, imbauan tersebut tidak sepenuhnya dipatuhi. Situasi kemudian berkembang menjadi aksi saling dorong antara sebagian massa dengan aparat keamanan.
Kericuhan semakin meningkat setelah sejumlah orang diduga melemparkan batu dan benda keras ke arah personel TNI dan Polri.
“Situasi kemudian semakin memanas setelah sejumlah orang melakukan pelemparan batu dan benda keras ke arah personel TNI dan Polri,” ujarnya.
Aksi tersebut juga berdampak pada kendaraan yang berada di sekitar lokasi. Sejumlah kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan setelah terkena lemparan.
Kapendam menyebut, dalam kericuhan itu terdapat sepeda motor dinas TNI yang dibakar massa. Kondisi tersebut, kata dia, juga mengganggu aktivitas masyarakat yang melintas di sekitar kawasan Masjid Raya Baiturrahman.
“Bahkan terdapat sepeda motor dinas TNI yang dibakar oleh massa serta mengganggu warga pengguna jalan. Sehingga memaksa aparat keamanan mengambil langkah tegas dan terukur untuk membubarkan massa yang sudah anarkis,” katanya.


