Jakarta, Opsi.id – Salah satu rivalitas terpanas dalam sejarah sepak bola kembali tersaji di panggung terbesar. Argentina, sang juara bertahan, akan berhadapan dengan Inggris pada semifinal kedua Piala Dunia 2026, Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WIB.
Rivalitas yang Tak Pernah Sepi Drama
Dari gol kontroversial “Tangan Tuhan” Diego Maradona pada 1986 hingga kartu merah David Beckham akibat menendang Diego Simeone di 1998 — laga Inggris melawan Argentina di Piala Dunia selalu identik dengan bumbu drama.
Kini, setelah 24 tahun tak pernah bertemu lagi di ajang ini, kedua tim membuka babak baru dari kisah panjang mereka.
Yang membuat laga ini makin istimewa: ini akan menjadi kali pertama legenda Argentina, Lionel Messi, berhadapan langsung dengan Inggris di Piala Dunia — sebuah tim yang kini punya andalan sendiri lewat Harry Kane dan Jude Bellingham.
Pemenang laga ini berhak melaju ke final Minggu mendatang, menantang pemenang antara Prancis atau Spanyol demi gelar juara dunia.
Prediksi: Nyaris Fifty-fifty
Superkomputer Opta memberi Inggris peluang menang di waktu normal sebesar 38,9 persen, sementara peluang Argentina sedikit di bawahnya di angka 34,1 persen.
Model tersebut juga memperkirakan ada peluang 27 persen laga akan berlanjut ke babak perpanjangan waktu — pertanda laga ini diprediksi bakal berjalan ketat.
Venue: Stadion Bergaya Futuristik di Atlanta
Duel ini akan digelar di Atlanta Stadium, yang lebih dikenal sebagai Mercedes-Benz Stadium, dengan kapasitas 68.239 penonton untuk turnamen kali ini.
Stadion ini menjadi laga ketujuh sekaligus terakhir yang digelar di venue tersebut selama Piala Dunia 2026 — venue yang punya reputasi sebagai salah satu yang berarsitektur paling futuristik di antara 16 kota tuan rumah, lengkap dengan atap yang bisa dibuka-tutup dan layar video melingkar 360 derajat.
Rekor Pertemuan: Inggris Sedikit Unggul
Secara keseluruhan, kedua tim sudah 14 kali bertemu baik di laga kompetitif maupun persahabatan.
Inggris unggul tipis dengan enam kemenangan, Argentina meraih tiga kemenangan, dan lima laga lainnya berakhir imbang.
Khusus di ajang Piala Dunia, kedua tim sudah lima kali berhadapan — Inggris menang tiga kali, Argentina dua kali.
Pertemuan terakhir mereka di Piala Dunia terjadi pada 2002, saat Inggris menang tipis 1-0 lewat gol penalti David Beckham di babak grup.
Bintang Utama Kedua Tim
Argentina mengandalkan Messi yang tampil gemilang sebagai salah satu kandidat kuat Sepatu Emas dengan delapan gol.
Baca juga: Comeback Sensasional! Argentina Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol, Singkirkan Mesir 3-2
Pemain berusia 39 tahun itu bahkan mencetak gol di setiap laga hingga babak 16 besar, sekaligus memperpanjang rekornya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan total 21 gol.
Selain Messi, Lautaro Martinez juga sudah mencetak dua gol, dengan Lisandro Martinez dan Enzo Fernandez turut jadi tumpuan.
Inggris punya duet mematikan Kane dan Bellingham yang masing-masing sudah mengoleksi enam gol.
Jika Kane banyak mencetak gol di fase grup, Bellingham justru tampil menonjol di babak sistem gugur.
Anthony Gordon dan Bukayo Saka masing-masing menyumbang tiga assist, sementara Elliot Anderson dan Marc Guehi turut berperan penting di lini lain.
Kekuatan dan Kelemahan Kedua Tim
Kekuatan utama Argentina jelas terletak pada sosok Messi — pemain bertinggi 1,70 meter yang mampu menciptakan momen ajaib di saat paling tak terduga, bahkan di usia 39 tahun dan Piala Dunia keenamnya.
Namun, meski melenggang sempurna di fase grup, performa Argentina di babak sistem gugur cukup mengkhawatirkan.
Mereka dipaksa bermain hingga perpanjangan waktu melawan tim kuda hitam Cape Verde di babak 32 besar, harus bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Mesir, dan kembali harus main 120 menit melawan Swiss di perempat final.
Inggris punya cerita serupa — kekuatan mereka juga bertumpu pada duet Kane-Bellingham, yang bersama-sama menyumbang 12 dari 13 gol tim di turnamen ini.
Baca juga: Bellingham Antar Inggris ke Semifinal, Siap Tantang Argentina
Namun lini pertahanan mereka kerap tampak rapuh. Kemenangan atas Norwegia di perempat final dinilai tak semeriah kemenangan mereka atas Meksiko di babak 16 besar, sampai-sampai pelatih Thomas Tuchel secara terbuka mengkritik penampilan timnya sebagai “ceroboh”, “kurang cepat”, dan penuh “kesalahan teknis”.
Aturan Jika Imbang
Jika kedudukan masih sama kuat hingga waktu normal berakhir, laga akan dilanjutkan ke perpanjangan waktu dua babak masing-masing 15 menit. Jika masih imbang, penentu kemenangan adalah adu penalti.
Argentina tercatat sebagai juara dunia tiga kali (1978, 1986, 2022) sekaligus juara Copa America terbanyak dengan 16 gelar.
Sementara itu, Inggris baru sekali mengangkat trofi Piala Dunia, yaitu pada 1966, dan dua kali menjadi runner-up Piala Eropa. []

